Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Meski Menang, Lebih Banyak Masyarakat Kota Jayapura "Tidak Pilih" BTM, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Meski Menang, Lebih Banyak Masyarakat Kota Jayapura "Tidak Pilih" BTM kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Meski Menang, Lebih Banyak Masyarakat Kota Jayapura "Tidak Pilih" BTM mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Benhur Tommy Mano (BTM) dan pasangannya Rustan Saru sepertinya tinggal menunggu waktu untuk dilantik sebagai walikota dan wakil walikota Jayapura periode 2017-2022. Dalam pilkada serentak yang berlangsung 15 Februari lalu, paslon tunggal Kota Jayapura ini tidak terlalu sulit mengalahkan lawannya kotak kosong.
Dalam penghitungan resmi (real count) Komisi Pemilihan Umum (KPU) per hari Senin 20 Februari 2017, BTM yang juga adalah kandidat pertahana memperoleh kurang lebih 84,53 persen suara, sedangkan kotak kosong mendapat 15,47 persen suara. Data ini belum final dan masih bisa berubah karena total suara masuk baru di kisaran 91,57 persen. Ini artinya masih ada 8,43 persen suara lagi yang harus dihitung walau agaknya sulit untuk merubah kemenangan BTM dan wakilnya.
Selisih yang sangat jauh membuat kubu pendukung BTM kini siap menggelar pesta kemenangan sebagai tanda berlanjutnya kepemimpinan BTM jilid 2 di Kota Jayapura.
Di sisi lain, ada satu hal yang tak boleh dikesampingkan dalam Pilkada di Kota Jayapura tahun ini. BTM mungkin menang dalam perolehan surat suara, namun data KPU mencatat ada lebih banyak masyarakat Kota Jayapura yang ‘tidak memilih’ BTM sebagai walikotanya.
Angka partisipasi pemilih dalam menggunakan hak suaranya di kelima distrik Kota Jayapura sangat rendah. Lebih dari 50 persen pemegang hak suara yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak pergi ke TPS untuk pencoblosan alias golput.
Distrik Jayapura Utara
Di Distrik Jayapura Utara, dari 68.305 DPT yang dilaporkan 138 TPS, hanya 33.729 surat suara yang dicoblos atau sekitar 49,4 persen partisipasi masyarakat. Sisanya 50,6 persen surat suara masih utuh dan dikembalikan ke KPU. Di antara 33.729 surat suara yang dicoblos, 28.197 memilih BTM dan sisanya kotak kosong.
Ini artinya dalam pemungutan suara di Distrik Jayapura Utara, hanya 41,3 persen DPT yang benar-benar memilih BTM. Sedangkan 58,7 persen DPT (golput dan kotak kosong) tidak memilih BTM sebagai walikotanya.
Distrik Jayapura Selatan
Berpindah ke Distrik Jayapura Selatan, angka DPT yang telah dilaporkan ada 66.653 di total 166 TPS. Dari jumlah tersebut surat suara yang dicoblos hanya 33.816 atau 50,7 persen partisipasi masyarakat. Sisanya 49,3 persen surat suara utuh dikembalikan ke KPU.
Sementara itu dari angka 33.816 surat suara yang terpakai, 27.849 memilih BTM dan sisanya kotak kosong. Jika dipersentasikan dengan keseluruhan DPT di Jayapura Selatan, hanya 41,8 persen pemilih BTM dan sisanya 58,2 persen (golput dan kotak kosong) tidak memilih BTM sebagai walikotanya.
Distrik Abepura
Distrik Abepura merupakan distrik dengan pemegang hak suara (DPT) terbanyak di antara distrik-distrik lainnya. Total DPT di Abepura adalah 86.178 namun hingga saat ini data yang dikirimkan 139 TPS baru 61.910 surat suara.
Dari jumlah tersebut, hanya 31.797 surat suara yang terpakai atau 51,4 persen partisipasi masyarakat. Sisanya 48,6 persen surat suara utuh dikembalikan ke KPU karena tidak terpakai.
Kemudian dari 31.797 surat suara terpakai, 25.613 memilih BTM dan sisanya kotak kosong. Jumlah keseluruhan DPT yang sudah dikirim menunjukan hanya 41,8 persen pemegang hak suara di Abepura yang benar-benar memilih BTM, sisanya 58,2 persen (golput dan kotak kosong) tidak memilih BTM sebagai walikotanya.
Distrik Heram
Dari Abepura berlanjut ke Distrik Heram. Di distrik ini ada 56.108 DPT yang dilaporkan di total 106 TPS. Namun hanya 24.364 surat suara terpakai atau hanya 43,4 persen partisipasi masyarakat. Ini merupakan persentasi paling kecil di antara partisipasi dengan distrik lainnya.
Total surat suara terpakai yang memilih BTM berjumlah 18.966, sedangkan sisanya memilih kotak kosong. Sama dengan tiga distrik sebelumnya, jika angka tersebut dibandingkan dengan keseluruhan data masuk, tercatat hanya 33,8 persen masyarakat Heram yang benar-benar memilih BTM, sedangkan 66,2 persen (golput dan kotak kosong) tidak memilih BTM sebagai walikotanya.
Distrik Muara Tami
Distrik terakhir adalah Distrik Muara Tami. Jika di empat distrik sebelumnya masih ada beberapa TPS yang belum terdata hasilnya, di Muara Tami seluruh TPS yang totalnya ada 27 TPS telah terdata hasil penghitungan suara.
Muara Tami memiliki 11.993 pemegang hak suara, namun surat suara yang terpakai hanya 5.819 atau hanya 48,5 persen partisipasi masyarakat.
Dari total 5.819, pemilih BTM berjumlah 4.368 dan sisanya memilih kotak kosong. Angka ini jika dibandingkan dengan data keseluruhan pemegang hak suara, hanya 36,4 persen DPT Distrik Muara Tami yang benar-benar memilih BTM, sisanya 63,6 persen (golput dan kotak kosong) tidak memilih BTM sebagai walikotanya.
Jika jumlah surat suara terpakai di kelima distrik digabungkan maka akan berjumlah 129.525 dari total 264.969 DPT. Keseluruhan partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2017 dengan data masuk saat ini hanya berada di angka 48,9 persen atau di bawah stengah pemegang hak suara. Sisanya 51,1 persen surat suara dikembalikan ke KPU.
Total surat suara terpakai yang memilih BTM mencapai 104.993 suara dan jika dibandingkan dengan total DPT, maka diperoleh masyarakat Kota Jayapura yang benar-benar memilih BTM hanya 39,6 persen, sisanya 60,4 persen masyarakat memilih golput dan kotak kosong.
Harus diakui juga, menurunnya partisipasi masyarakat di Kota Jayapura disebabkan beberapa faktor antara lain nama pemilih yang tidak terdaftar di TPS terdekat rumahnya. Penemuan di lapangan ada puluhan kasus seperti ini menyebabkan masyarakat yang tadinya hendak memilih, justru kembali pulang kembali ke rumah karena kecewa.
Faktor lain yang membuat masyarakat lebih banyak golput adalah keberadaan paslon tunggal sehingga suasana Pilkada tidak begitu menarik dan ada anggapan paslon tersebut pasti akan menang.
Selain itu, minat pemilih yang menurun juga bisa dikaitkan dengan tokoh Pilkada itu sendiri. Jika Paslon tersebut dianggap sangat penting dan nyata kinerjanya di dalam melayani, membangun dan melindungi masyarakat, orang akan berbondong-bondong datang ke TPS untuk memilih apa pun situasinya.
Dengan demikian, BTM dan Rustan Saru memang hampir pasti memenangkan Pilkada Kota Jayapura jika melihat perolehan suara yang ada. Tapi dengan fenomena lebih banyak yang golput dan kotak kosong pun harus dijadikan evaluasi kinerja di lima tahun yang akan datang.
Karena bukan tidak mungkin, selain mereka yang memilih kotak kosong, banyak di antara suara golput yang tidak puas dengan kinerja BTM di periode sebelumnya.
sumber data : pilkada2017.kpu.go.id
Meski Menang, Lebih Banyak Masyarakat Kota Jayapura "Tidak Pilih" BTM
0 Response to "Meski Menang, Lebih Banyak Masyarakat Kota Jayapura "Tidak Pilih" BTM"
Post a Comment