Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Narkoba "Sintesis" Mulai Marak di Indonesia, Papua Harus Lebih Waspada, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Narkoba "Sintesis" Mulai Marak di Indonesia, Papua Harus Lebih Waspada kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Narkoba "Sintesis" Mulai Marak di Indonesia, Papua Harus Lebih Waspada mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Menteri Kesehatan Nila F Moeloek memberikan tanggapan serius terkait maraknya peredaran narkoba sintesis yang terkandung pada Tembakau Gorilla dan juga cairan bernama ‘Blue Safir’ yang mulai marak di Tanah Air.
Menkes menilai kedua produk yang menghebohkan Indonesia belakangan ini harus lebih dikenal oleh masyarakat agar dapat segera dilaporkan.
“Itu kan mengandung zat nikotin dan zat lainnya. Terus dihisap. Ya lebih berbahaya karena langsung ke paru-paru loh,” kata Menteri Nila ketika menyambangi Rumah Sakit Mata Cicendo di Kota Bandung, Minggu (5/2/).
tembakau Gorilla sangatlah berbahaya karena dicampuri narkotik sintesis yang membuat para penggunanya bisa mengalami alusinasi, euforia luar biasa, dan juga rasa tenang. Efek ini akan bertahan dalam hitungan jam tapi bisa juga hingga seharian penuh.
Sedangkan untuk Blue Safir atau cairan biru dengan jenis 4-klorometkatinon atau 4-CMC yang mulai marak beredar di Indonesia merupakan senyawa turunan katinon yang mana bisa digunakan dalam bentuk serbuk kemudian dicampur dalam minuman kemasan ataupun liquid rokok elektrik atau vape.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memasukkan tembakau Gorilla sebagai narkotik dan 4-klorometkatinon atau 4-CMC masuk daftar nomor urut 104 narkotika golongan I dalam Permenkes No 2/2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotik.
Menkes juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan jika ada yang coba-coba untuk melanggar aturan diatas maka sudah pasti akan langsung berhubungan dengan aparat keamanan.
“Kita secara hukum sudah ada regulasinya,” terangnya.
Narkoba "Sintesis" Mulai Marak di Indonesia, Papua Harus Lebih Waspada
0 Response to "Narkoba "Sintesis" Mulai Marak di Indonesia, Papua Harus Lebih Waspada"
Post a Comment