Panglima TNI Pantau Pembangunan Jalan Trans Wamena-Mumugu

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Panglima TNI Pantau Pembangunan Jalan Trans Wamena-Mumugu, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Panglima TNI Pantau Pembangunan Jalan Trans Wamena-Mumugu kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Panglima TNI Pantau Pembangunan Jalan Trans Wamena-Mumugu mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam kunjungan kerja ke Papua meninjau lokasi pembangunan jalan trans Papua yang terbentang dari Wamena di Kabupaten Jayawijaya hingga Kampung Mumugu di Kabupaten Asmat, Kamis (02/02/2017) kemarin.


Usai meninjau jalan dengan kendaraan khusus roda dua, Gatot menjelaskan pembangunan jalan yang melewati sejumlah daerah seperti Habema, Mbua dan Mapenduma itu telah mencapai 100% untuk pembentukan badan jalan dan selanjutnya tinggal diaspal.


Ia kemudian menjelaskan tantangan terberat selama proses pembentukan badan jalan. “Tempat terberat adalah di Batas Batu-Mumugu, karena daerah tersebut berupa rawa-rawa yang hanya bisa dilalui dari sungai. Selain itu, di daerah Yuguru harus dikikis dengan menggunakan bahan peledak karena merupakan tebing dan berbatu,” ungkap Panglima Gatot.


Menurutnya saat ini masyarakat setempat sudah merasakan dampak positif dari pembangunan jalan tersebut. Ia juga optimis ke depan perekonomian masyarakat dapat meningkat karena kemudahan akses transportasi darat.


“Jalan poros Wamena-Mamugu memperlancar aktifitas masyarakat dalam mendistribusikan barang dari dan ke daerah Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya. Biasanya mereka melalui sungai selama 12 jam, namun sekarang dengan menggunakan jalur darat hanya ditempuh 3 jam,” paparnya.


Gatot tak lupa menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut membantu jajarannya di Kodam XVII/Cenderawasih dalam pengerjaan jalan trans Wamena-Mumugu, dan semua pihak yang terlibat.


Ia berharap dalam waktu satu stengah tahun mendatang proses pengaspalan jalan sudah selesai dilakukan sehingga masyarakat lebih dimudahkan dalam aktivitas perjalanan darat di wilayah itu.





Panglima TNI Pantau Pembangunan Jalan Trans Wamena-Mumugu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Panglima TNI Pantau Pembangunan Jalan Trans Wamena-Mumugu"

Post a Comment