Papua Disebut Rawan Intimidasi Selama Pilkada

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Papua Disebut Rawan Intimidasi Selama Pilkada, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Papua Disebut Rawan Intimidasi Selama Pilkada kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Papua Disebut Rawan Intimidasi Selama Pilkada mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Badan Intelijen Negara (BIN) mengakui ada beberapa daerah di Indonesia yang paling rentan terjadi intimidasi terhadap Komisi Pemelihan Umum (KPU) selama proses penyelenggaraan Pilkada Serentak 2017 nanti.


Papua merupakan salah satu daerah yang diakui cukup rawan, khususnya wilayah pegunungan Papua karena dinilai masih ada kelompok-kelompok bersenjata yang berdiam disana.


“Masih ada intimidasi dari kelompok bersenjata seperti di Aceh dan Papua,” ujar Deputi II BIN Mayjen TNI M Thamrin Marzuki, Selasa (07/02/2017) lalu di Jakarta.


Keberadaan kelompok bersenjata, sebut Marzuki, memang harus menjadi perhatian serius pemerintah apabila ingin Pilkada Serentak kali ini berjalan aman, damai dan lancar.


Apalagi di beberapa kasus terdahulu, kelompok bersenjata tak segan menunjukan dukungan kepada salah satu calon kandidat kepala daerah tertentu. Untuk itu peran serta masyarakat dalam mengawasi Pilkada juga sangat diharapkan.


BIN memastikan ada setidaknya 7 daerah di Papua yang sangat rawan untuk menggelar Pilkada dengan intimidasi dari pihak luar. Daerah-daerah tersebut antara lain Jayapura, Tolikara, Puncak Jaya, Dogiyai, dan Nduga.


Aparat keamanan dalam hal ini pihak kepolisian diminta untuk dapat menambah pasukannya di tiap tempat pemungutan suara (TPS) yang kira-kira akan menjadi sasaran intimidasi.


Pilkada Serentak 2017 di Papua yang tersisa kurang dari satu minggu akan digelar di 11 Kabupaten/Kota pada tanggal 15 Februari mendatang. KPU Provinsi Papua mengharapkan setiap warga yang mempunyai hak memilih agar datang ke TPS-TPS terdekat untuk memilih pemimpinnya lima tahun ke depan.





Papua Disebut Rawan Intimidasi Selama Pilkada

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Papua Disebut Rawan Intimidasi Selama Pilkada"

Post a Comment