Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Produksi Konsentrat PT Freeport Terancam Turun 60 Persen, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Produksi Konsentrat PT Freeport Terancam Turun 60 Persen kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Produksi Konsentrat PT Freeport Terancam Turun 60 Persen mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Pemerintah Indonesia diminta untuk segera mencari solusi terbaik terkait izin PT Freeport Indonesia dalam mengekspor konsentrat jenis tembaga yang hingga saat ini masih menjadi polemik di Tanah Air.
Hal tersebut diakui juru bicara PT Freeport Indonesia, Riza Pratama dapat menjadi masalah besar salah satunya akan berujung pada pengurangan tingkat produksi.
“Itu kalau misalnya dalam waktu yang lama kita bisa turun sampai 60 persen,” kata Riza ketika ditemui wartawan di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2).
Diakui Riza hingga saat ini pihak PTFI masih menunggu kepastian dan penjelasan pemerintah terkait perubahan status Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), ia masih menunggu kepastian hukum dan fiskal dari pemerintah ketika berubah menjadi IUPK.
“Kita menunggu IUPK sementara dari pemerintah, sehingga kita bisa ekspor. Karena kita memang siap ekspor, tapi izin ekspor belum keluar karena belum ada izin dari pemerintah,” terangnya.
Adapun mengenai persyaratan yang diajukan, Riza menambahkan, Freeport sedang meminta transisi atas perubahan status tersebut. Perubahan status menjadi IUPK tidak bisa dalam waktu cepat, namun izin ekspor dimintanya untuk tetap diberikan.
“Prosesnya kan tidak bisa langsung cepat. Harus ada proses transisi. Nah itu kita sedang ajukan ke pemrintah, dan pemerintah pun sedang bahas dengan kita. Jadi bukan proses yang cepat. Tapi tentunya kalau ekspor tidak bisa keluar berarti produksi kita bisa terhambat,” jelas dia.
Produksi Konsentrat PT Freeport Terancam Turun 60 Persen
0 Response to "Produksi Konsentrat PT Freeport Terancam Turun 60 Persen"
Post a Comment