Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Smelter Hanya Boleh Dibangun di Papua, Bukan di Luar Papua, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Smelter Hanya Boleh Dibangun di Papua, Bukan di Luar Papua kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Smelter Hanya Boleh Dibangun di Papua, Bukan di Luar Papua mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Bupati Mimika Eltinus Omaleng dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah dan PT Freeport harus mendirikan smelter sebagai salah satu syarat jika perusahaan multinasional tersebut ingin tetap berkarya di Bumi Cenderawasih.
“Kami ingin mereka (pemerintah dan Freeport) membangun smelter-nya di Papua. Selama ini kan dibawa keluar” kata Bupati Omaleng ketika berada di kantor Kemenko Maritim, Selasa (28/2) kemarin.
Dengan berdirinya smelter di Papua, Omaleng menilai akan sangat membantu menekan angka pengangguran dan mampu membawa berkah bagi penduduk lokal di Papua.
Sementara itu, lahan sebesar 300 hektare juga telah disiapkan pemerintah Kabupaten Mimika guna mendukung langkah pembangunan smelter yang selama ini telah ditunggu-tunggu.
“Bangun smelter sudah bisa di sana (Papua), bukan di Gresik. kami tidak mau di bawa keluar mentah lagi” tegas Omaleng.
Smelter Hanya Boleh Dibangun di Papua, Bukan di Luar Papua
0 Response to "Smelter Hanya Boleh Dibangun di Papua, Bukan di Luar Papua"
Post a Comment