Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Timika Jadi Basis Peredaran Narkoba di Papua, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Timika Jadi Basis Peredaran Narkoba di Papua kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Timika Jadi Basis Peredaran Narkoba di Papua mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Kota Timika yang terletak di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua hingga saat ini masih terus menjadi basis peredaran narkoba yang ganas dan terus menelan korban hampir setiap harinya.
Kapolres Mimika, AKBP Victor Dean Macbon ketika diwawancarai wartawan mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan bantuan semua elemen untuk dapat mengatasi maraknya peredaran narkoba di wilayah Timika.
“Harus ada kekhawatiran dari semua pihak bahwa Timika sekarang menjadi basis peredaran narkoba. Untuk mengatasi masalah itu, semua pihak harus bergandengan tangan,” kata Victor di Timika, dikutip dari Antara, Sabtu (4/2).
Kasus penangkapan sejumlah bandar dan pengedar serta pengguna barang haram tersebut diakui AKBP Victor terus meningkat setiap tahunnya dan hal ini musti segera dibenahi untuk masa depan generasi penerus yang sehat.
“Untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Timika masih sulit karena biasanya kasus-kasus yang terungkap baru sebatas pada pemakai, pengedar dan pemasok. Begitu sampai ke bandar, sudah terputus karena sebagian tersangka masih buron,” jelasnya.
“Yang kita mau kedepankan yaitu peran pemangku kepentingan lain seperti Badan Narkotika Kabupaten Mimika, serta instansi Pemerintah Daerah dan pihak-pihak terkait lainnya untuk melakukan sosialisasi bersama tentang bahaya narkoba ini sampai ke masyarakat akar rumput,” ujarnya.
Terbaru pada hari Rabu (1/2) pihak Kepolisian Resor Mimika mengamankan seorang tukang ojek atas nama Muhammad Jusuf Wibisono (34) yang diduga berasal dari ‘Kelompok Madura’ yang merupakan kelompok pembawa bencana di Timika.
Dari tangan tersangka polisi mengamankan 15 paket sabu sebesar 18,66 gram yang sudah siap untuk diedarkan.
Tersangka sendiri mengaku narkoba jenis sabu itu milik Herman alias Joe yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Mimika.
Paket narkoba siap edar tersebut dibanderol dengan harga Rp 2 juta kepada setiap pelanggan yang berminat di Timika.
Timika Jadi Basis Peredaran Narkoba di Papua
0 Response to "Timika Jadi Basis Peredaran Narkoba di Papua"
Post a Comment