Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Bank Papua Hentikan Aktifitas Layanan Kredit Bagi Seluruh Karyawan PT Freeport, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Bank Papua Hentikan Aktifitas Layanan Kredit Bagi Seluruh Karyawan PT Freeport kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Bank Papua Hentikan Aktifitas Layanan Kredit Bagi Seluruh Karyawan PT Freeport mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Konflik internal yang terjadi di tubuh PT Freeport Indonesia terus berimbas kepada seluruh karyawan perusahaan multinasional milik Amerika Serikat tersebut.
Setelah melakukan pemecatan terhadap lebih dari 1.000 karyawan, kini masalah baru kembali muncul setelah Bank Papua mengambil langkah untuk menghentikan sementara aktifitas pelayanan kredit bagi seluruh karyawan PT Freeport.
Pemberhentian layanan kredit tersebut diketahui telah berjalan sejak tanggal 20 Februari 2017 lalu yang merupakan dampak dari kerasnya kepala para petinggi PT Freeport untuk mengikuti aturan pemerintah Indonesia.
Kebijakan yang dikeluarkan Bank Papua tersebut juga berlaku untuk para karyawan yang bekerja pada perusahaan-perusahaan yang mengelola aset Freeport seperti PT Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI) yang mengelola kapal, bus karyawan dan infrastruktur Freeport. Selanjutnya PT SOS yang mengelola Rumah Sakit Tembagapura dan Klinik Kuala Kencana, PT Puncak Jaya Power (PJP) yang mengelola kelistrikan Freeport, Rimba Papua Hotel (RPH) dan PT Pangansari Utama (PSU) yang melayani jasa katering Freeport.
Diberitakan sebelumnya PT Freeport dan pemerintah masih terus berdiskusi tentang perubahan kontrak karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus dimana kedua belah pihak hingga saat ini masih belum menemukan titik terang untuk kerjasama Business to Business tersebut.
Bank Papua Hentikan Aktifitas Layanan Kredit Bagi Seluruh Karyawan PT Freeport
0 Response to "Bank Papua Hentikan Aktifitas Layanan Kredit Bagi Seluruh Karyawan PT Freeport"
Post a Comment