Banyak Pejabat Papua yang Terlibat Kasus Korupsi Jalan Sentani-Depapre

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Banyak Pejabat Papua yang Terlibat Kasus Korupsi Jalan Sentani-Depapre, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Banyak Pejabat Papua yang Terlibat Kasus Korupsi Jalan Sentani-Depapre kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Banyak Pejabat Papua yang Terlibat Kasus Korupsi Jalan Sentani-Depapre mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencium adanya konspirasi dari sejumlah pemangku jabatan di provinsi Papua yang terlibat dalam kasus korupsi Jalan Sentani-Depapre yang dinilai merugikan negara hingga puluhan milyar rupiah.


Proyek yang ditujukan untuk peningkatan ruas jalan Kemiri-Depapre yang terletak di Kabupaten Jayapura tersebut membawa nama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Mikael Kambuaya sebagai tersangka utama sebelum gubernur Papua Lukas Enembe mengangkat tersangka menjadi staff ahli gubernur.


“Penyidik menemukan adanya dugaan kolusi sejak awal dan indikasi keuntungan berlebihan hingga 40 persen,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam rilis yang diterima media ini, Jumat (3/3).


Menurut Febri, dari keuntungan berlebihan yang mencapai 40 persen tersebut, sekitar 10-15 persen keuntungan diduga terdistribusi ke sejumlah pejabat negara.


“Kasus ini menjadi perhatian KPK, karena APBD seharusnya dinikmati masyarakat secara maksimal. Korupsi ini berati memangkas hak masyarakat Papua,” kata Febri.


KPK sebelumnya menetapkan Kepala Dinas PU Provinsi Papua Mikael Kambuaya sebagai tersangka korupsi peningkatan ruas jalan Sentani-Depapre yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2015.


Masih berstatus tersangka, Mikael Kambuaya malah diangkat menjadi staff ahli oleh gubernur Papua, Lukas Enembe.





Banyak Pejabat Papua yang Terlibat Kasus Korupsi Jalan Sentani-Depapre

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Banyak Pejabat Papua yang Terlibat Kasus Korupsi Jalan Sentani-Depapre"

Post a Comment