Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Dipanggil KPK Untuk Pemeriksaan, Mikael Kambuaya Mangkir, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Dipanggil KPK Untuk Pemeriksaan, Mikael Kambuaya Mangkir kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Dipanggil KPK Untuk Pemeriksaan, Mikael Kambuaya Mangkir mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Tersangka kasus korupsi proyek pengembangan ruas jalan Sentani-Depapre Mikael Kambuaya (MK) tidak menghadiri pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kondisi ini membuat KPK terpaksa menjadwal ulang pemeriksaan tersebut.
MK sedianya akan menjalani pemeriksaan pada Senin (06/03/2017) kemarin, namun karena yang bersangkutan tidak hadir pihak KPK menjadwal ulang pemeriksaan pada hari Jumat 10 Maret mendatang.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah tidak menjelaskan alasan mangkirnya MK, namun yang jelas jadwal ulang untuk pemeriksaan telah dibuat dan MK diwajibkan datang pada hari Jumat nanti. Selain MK, dua saksi lain dalam kasus ini Kartika dan Faisal Fauzie dari pihak swasta juga dipanggil KPK guna menjalani pemeriksaan.
Kasus korupsi jalan Sentani-Depapre mencuat pada awal Februari lalu. Saat itu KPK melakukan penggeledahan terhadap Kantor Dinas Pekerjaan Umum Papua dan ruang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kantor Gubernur Papua.
Dari hasil penggeledahan itu, KPK kemudian melanjutkan pemeriksaan 7 orang saksi pada hari Jumat 3 Februari 2017 yang berbuntut ditetapkan MK sebagai tersangka korupsi. Proyek pengembangan jalan Sentani-Depapre menggunakan dana APBD Perubahan Provinsi Papua tahun 2015 sebesar 89,5 miliar.
Dipanggil KPK Untuk Pemeriksaan, Mikael Kambuaya Mangkir
0 Response to "Dipanggil KPK Untuk Pemeriksaan, Mikael Kambuaya Mangkir"
Post a Comment