Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Kuota Haji Indonesia Dikembalikan ke 211.000 Kursi, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Kuota Haji Indonesia Dikembalikan ke 211.000 Kursi kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Kuota Haji Indonesia Dikembalikan ke 211.000 Kursi mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
 |
|
Raja Arab, Salman bin Abdulaziz Al Saudi (kiri) membacakan dokumen diplomasi kenegaraan didampingi Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Bogor, 1 Maret 2017. FOTO: AFP/Pool/Adi Weda
|
BeritaSimalungun.com, Bogor - Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud mengembalikan kuota haji Indonesia ke tingkat normal seperti sediakala yakni sebanyak 211.000 kursi dalam setiap tahunnya.
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi dalam jumpa pers sesaat setelah rampungnya acara penyambutan Raja Salman di Istana Bogor, Rabu (1/3/2017) sore.
"Secara khusus, Presiden Jokowi mengapresiasi pengembalian kuota haji Indonesia ke tingkat yang normal yaitu 211.000," kata Retno seperti dilansir BeritaSatu.com. Ia menambahkan, kedatangan Raja Salman juga menghadirkan berkah yakni kuota tambahan haji untuk 2017.
"Ada pemberian kuota tambahan untuk tahun 2017 sebesar 10.000 kursi," katanya. Retno mengatakan Indonesia dan Arab Saudi adalah dua negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
Menurut Menlu, masing-masing negara memiliki pengaruh penting di kawasan dan merupakan anggota G-20 dan OKI. “Dalam dua tahun terakhir, kedua negara mengembangkan hubungan yang sangat intensif untuk meningkatkan dan meluaskan kerja sama. Kunjungan pejabat tinggi kedua negara meningkat pesat sejak kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi pada tahun 2015," kata Retno.
Ia mengatakan, pertemuan kedua pemimpin di Istana Bogor telah berlangsung dengan suasana yang bersahabat dan sangat produktif.
Presiden Jokowi menyambut dengan hangat kunjungan kenegaraan Raja Salman ke Indoneaia yang dianggap sangat penting dan bersejarah bagi hubungan dan kerja sama bilateral kedua negara.
Kunjungan ini merupakan kunjungan Raja Arab Saudi pertama setelah 47 tahun. Dalam kesempatan kunjungan ini, Presiden RI telah menganugerahkan tanda kehormatan bintang Adipurna kepada Raja Salman atas komitmennya yang begitu kuat dalam peningkatan hubungan yang bersahabat antara Arab Saudi dan Indonesia. (JP-03)
0 Response to "Kuota Haji Indonesia Dikembalikan ke 211.000 Kursi"
Post a Comment