Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Lukas Enembe : Noken Bukti Orang Papua Tak Punya Budaya Korupsi, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Lukas Enembe : Noken Bukti Orang Papua Tak Punya Budaya Korupsi kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Lukas Enembe : Noken Bukti Orang Papua Tak Punya Budaya Korupsi mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan tindakan korupsi bukan merupakan budaya Orang Asli Papua. Enembe menyatakan hal tersebut menyusul mencuatnya kasus dugaan korupsi jalan Sentani-Depapre yang melibatkan Mantan Kadis PU Papua Mikael Kambuaya.
Ada alasan yang Enembe berikan dalam mengklaim korupsi bukan budaya orang Papua. Yaitu, tas tradisional Noken yang selama ini dikenal sebagai ciri khas masyarakat Papua.
“Bapak ibu bisa melihat noken yang kami berikan. Noken tersebut merupakan tas tradisional kami. Ketika orang menggunakaan Noken, apa yang dibawa di dalam Nokennya dapat dilihat oleh orang lain,” ujar Enembe di sela-sela peluncuran e-Government Papua, hari Rabu (08/03/2017) lalu.
Noken, menurut Enembe, merupakan tanda bahwa masyarakat Papua adalah orang-orang yang transparan. Ia juga menepis isu-isu yang berkembang di masyarakat kalau banyak pejabat Papua terlibat dalam kasus korupsi jalan Sentani-Depapre.
Menurutnya selama ini budaya korupsi didatangkan dari luar Papua sehingga merusak moral masyarakat maupun pejabat publik lainnya. “Orang Papua hanya mengenal budaya transparan, Papua tidak mengenal korupsi, tapi kenapa budaya korupsi masuk ke Papua?” tanya Enembe.
Dengan peluncuran e-Government Papua, Enembe menyampaikan alur kerja Pemprov Papua kini dapat dilihat secara transparan. Dengan kondisi seperti itu, diharapkan ke depan tidak ada lagi pejabat publik yang terlibat kasus korupsi.
Lukas Enembe : Noken Bukti Orang Papua Tak Punya Budaya Korupsi
0 Response to "Lukas Enembe : Noken Bukti Orang Papua Tak Punya Budaya Korupsi"
Post a Comment