Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Gara-gara Balapan Liar, Bentrokan Massal Terjadi di Simalungun, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Gara-gara Balapan Liar, Bentrokan Massal Terjadi di Simalungun kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Gara-gara Balapan Liar, Bentrokan Massal Terjadi di Simalungun mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
 |
| ILUSTRASI |
BeritaSimalungun.com. Raya- Bentrokan massal terjadi antara warga Desa Nagori Bawang dengan Nagori Cingkes, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (23/4/2017) malam.
Pertikaian warga dua desa yang menggunakan berbagai jenis senjata tajam, tombak, senapan angin dan batu tersebut mengakibatkan beberapa orang warga mengalami luka-luka.
"Motif dari pertikaian warga dari dua desa ini sebenarnya gara-gara maraknya balapan liar pengendara sepeda motor," ujar Kepala Desa Nagori Cingkes, H Tarigan, (24/4/2017).
Dia mengatakan, kejadian bentrokan itu juga mengakibatkan sebuah warung dan tiga sepeda motor milik masyarakat sekitar, dibakar.
"Tidak ada korban tewas dalam bentrokan tersebut. Lebih dari 20 orang warga yang diduga terlibat bentrokan diamankan polisi," katanya.
Informasi yang diperoleh SP, gesekan antara Desa Nagori Bawang dengan Nagori Cingkes bermula dari seorang wanita diserempet dua pengendara sepedamotor yang dicurigai warga Nagori Cingkes.
Korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada keluarganya yang tinggal di Desa Nagori Bawang. Kedua pemuda yang menyerempet itu kemudian dipukuli sampai babak belur.
Merasa tidak terima, kedua orang itu melaporkan kejadian kekerasan yang dialaminya kepada masyarakat tempat tinggalnya. Setelah itu, masyarakat berkumpul kemudian berencana mencari pelaku penganiayaan.
Kemudian, kedua belah pihak bertemu dan saling menyerang. Situasi semakin memanas ketika sebuah warung dan tiga kendaraan juga ikut dibakar.
Bupati Simalungun, JR Saragih yang mendapatkan laporan kejadian bentrokan langsung turun ke lokasi kejadian.
"Kita sangat menyesalkan kejadian ini, sebab warga desa begitu mudah tersulut. Seharusnya, kejadian ini dapat diselesaikan dengan cara musyawarah," ujarnya.
Dia mengharapkan, bentrokan antardua desa itu maupun masyarakat desa lainnya, tidak terjadi lagi untuk ke depannya. Sebab, pertikaian itu justru merugikan masyarakat itu sendiri.
"Korban yang terluka sebaiknya dibawa ke rumah sakit. Saya juga meminta aparat kepolisian untuk menindak pelaku yang meresahkan, termasuk pengendara sepeda motor yang balap-balapan," katanya.
Kasat Intel Polres Simalungun, AKP Romanus Sihotang menyampaikan, polisi sudah mengantisipasi pertikaian antardesa. Sehingga, bentrokan itu tidak merenggut korban jiwa.
"Sebelum kejadian itu, kami sudah meminta kepada masyarakat untuk tidak tersulut emosi. Kami menduga, ada pihak yang memprovokasi masyarakat," sebutnya. (SP)
0 Response to "Gara-gara Balapan Liar, Bentrokan Massal Terjadi di Simalungun"
Post a Comment