Saluran Irigasi Sekunder di Nagori Janggir Leto Longsor

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Saluran Irigasi Sekunder di Nagori Janggir Leto Longsor, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Saluran Irigasi Sekunder di Nagori Janggir Leto Longsor kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Saluran Irigasi Sekunder di Nagori Janggir Leto Longsor mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

LONGSOR : Saluran irigasi sekunder di Nagori Janggir Leto Dusun Sibaganding, longsor. SIB
BeritaSimalungun.com, Janggar Leto-Saluran irigasi sekunder sungai bahkora di Dusun Sibaganding, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun persisnya di belakang PT Jafpa kembali longsor. Akibatnya 400 hektare lahan yang diairi saluran tersebut terancam gagal panen.

Pangulu Nagori Janggir Leto, Binrot Hutabalian, Jumat (21/4) menuturkan bahwa saluran irigasi sekunder yang mengairi 400 hektar lahan di tiga nagori yakni Janggir Leto, Pematang Pane dan Simpang Pane sudah keempat kalinya longsor.

"Dua tahun yang lalu saluran tersebut sudah diswadayakan masyarakat dengan menyewa beko dari Pemkab Simalungun. Tahun 2016 saluran tersebut sudah tertampung di Pemkab untuk dibangun tembok permanen, namun hingga kini belum terealisasi. Akibatnya saluran tersebut kembali longsor", kata Binrot.

Ditambahkan Binrot, bahwa dari tahun ke tahun hanya dilakukan swadaya masyarakat saja tanpa ada pembangunan yang permanen, sehingga saluran tersebut longsor berulang kali. "Padahal tanaman padi saat ini sedang membutuhkan air. Apabila tidak segera ditangani 400 hektar lahan akan gagal panen.

Binrot juga mengungkapkan pihaknya sudah melapor ke UPTD pengairan dan ke Camat Panei. Dinas pengairan juga sudah menyampaikan ke badan penanggulangan bencana.

Dia juga berharap agar pemerintah melalui dinas terkait segera menindaklanjuti saluran sekunder sungai bahkora yang longsor. (SIB)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Saluran Irigasi Sekunder di Nagori Janggir Leto Longsor"

Post a Comment