2 Pelaku Bom Kampung Melayu Diduga Terkait Jaringan ISIS

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang 2 Pelaku Bom Kampung Melayu Diduga Terkait Jaringan ISIS, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai 2 Pelaku Bom Kampung Melayu Diduga Terkait Jaringan ISIS kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan 2 Pelaku Bom Kampung Melayu Diduga Terkait Jaringan ISIS mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Kombes Awi Setiyono
 BeritaSimalungun.com, Jakarta-Polisi tengah menelusuri lebih jauh jaringan 2 pelaku teror bom bunuh diri di Kampung Melayu. Keduanya terkait dengan jaringan Islamic State of Iran and Syria (ISIS).

"Ya kalau ditanya jaringan ISIS, kemungkinan besar ada hubungan," ujar Kabag Mitra Biro Penmas Divhumas Polri Kombes Awi Setiyono di kantornya, Jl Trunojoyo, Kamis (25/5/2017).

Bom dengan daya ledak kategori kuat itu meledak di sekitaran halte busway Kampung Melayu pada Rabu (24/5/2017) malam. Bom meledak dua kali pukul 21.00 WIB dan 21.05 WIB.

Lima orang tewas akibat bom ini. Terdiri dari tiga petugas polisi yang menjadi korban, dan dua orang pelaku bom bunuh diri. Selain itu, 10 orang lainnya mengalami luka-luka.

Awi mengatakan, dua pelaku memang diduga terkait dengan jaringan internasional. Berkaitan dengan teror-teror di negara-negara lain.

"Karena ini jaringan internasional. Teror global. Bisa jadi ada hubungan," ujar Awi.  

Cerita Penugasan Bripda Yogi Sebelum Insiden Bom Kampung Melayu

Ayah Bripda Yogi Aryo.
Salah satu anggota polisi korban ledakan di Terminal Kampung Melayu, Bripda Yogi Aryo mengalami luka berat. Keluarga menyatakan Yogi seharusnya libur, namun tetap masuk untuk mengamankan pawai obor.

"Sebenarnya dia dinas di Polda Metro, tapi biasa sebagai Sabhara harus siap ditugaskan dimana saja. Kemarin saat libur, sore-sore di perintah komandan untuk mengamankan perkiraan mau ada kirab," ujar ayah Yogi, Yuli Hari Utomo, di RS Premier Jatinegara, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (25/2/2017).

Yuli mengatakan saat ini komandan Yogi telah menghubungi dirinya menanyakan kondisi anaknya. Dia berpesan ke kelompok teroris agar tidak melakukan serangan di tempat umum karena menyebabkan warga yang tak berdosa menjadi korban.

"Teroris itu kalau mau membalas dendam atau melakukan tindakan jangan sembarang di tempat umum. Di tempat umum itu sangat tidak bertanggung jawab. Nanti korbannya orang-orang umum yang tidak berdosa," ungkapnya.

Ia menceritakan, sosok anaknya masih polos meskipun berusia 22 tahun. Ia mengatakan anaknya masih perlu banyak bimbingan karena masih dianggap polos.

"Contoh anak saya itu masih polos walau umurnya sudah 22 tahun. Masih kecil saya anggap masih kecil karena walau jadi polisi beli jajanannya sama kaya adiknya yang SD permen gulali," kata Yuli.(BS)


Sumber: Detik.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "2 Pelaku Bom Kampung Melayu Diduga Terkait Jaringan ISIS"

Post a Comment