Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Ini Dia Proyek Infrastruktur Warisan Ahok Saat Jabat Gubernur DKI, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Ini Dia Proyek Infrastruktur Warisan Ahok Saat Jabat Gubernur DKI kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Ini Dia Proyek Infrastruktur Warisan Ahok Saat Jabat Gubernur DKI mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
BeritaSimalungun.com, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, 2 tahun penjara karena menista agama. Pengadilan juga memerintahkan pria yang beken disapa Ahok ini ditahan.
Sepeninggal Ahok, ada sejumlah proyek infrastruktur di DKI yang masih berjalan maupun siap beroperasi. Sebut saja, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome (Rawamangun-Jakarta Timur), Mass Rapid Transit (MRT), TransJakarta Layang koridor 13 rute Ciledug-Blok M-Tendean, dan Simpang Susun Semanggi.
Berikut rincian empat proyek tersebut:
LRT Kelapa Gading-Velodrome (Rawamangun-Jakarta Timur)
Progres pembangunan LRT Jakarta telah mencapai 10,79%, progres tersebut termasuk konstruksi utama. Progres ini telah melebihi dari jadwal yang telah ditentukan, yakni sebesar 9,06%.
LRT Kelapa Gading-Velodrome Foto: Rengga Sancaya
|
Saat ini, pembangunan dilakukan di Depo Kelapa Gading menuju Velodrome sepanjang 5,8 km dengan investasi sekitar Rp 7 triliun. Pembangunan rute ini disiapkan untuk pagelaran Asian Games 2018.
Mass Rapid Transit (MRT)
Pembangunan MRT Jakarta dimulai sejak 2013, di era Joko Widodo (Jokowi) masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Selanjutnya, proyek MRT berjalan di bawah kepemimpinan Ahok. Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang terpilih menjadi Presiden periode 2014-2019.
Hingga akhir April lalu, pembangunan yang telah dimulai 2013 lalu, sudah mencapai progres fisik 71,39%. Rinciannya, jalur layang 57,52% dan jalur bawah tanah 85,39%.
Proyek MRT Jakarta Foto: Ari Saputra
|
Dengan konstruksi yang telah mencapai hampir 3/4 dari progres keseluruhan. Targetnya, hingga akhir tahun nanti progres fisik akan mencapai 93%. Jalur MRT membentang 110 kilometer (km), dari Utara-Selatan dan Barat-Timur. Fase pertama, rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia sepanjang 16 km ditargetkan bakal beroperasi Maret 2019 mendatang.
TransJakarta Layang koridor 13 Ciledug-Tendean
Proyek jalur TransJakarta layang rute Ciledug-Tendean senilai Rp 2,5 triliun sudah rampung. Rencananya, jalur busway layang ini diresmikan pada 22 Juni nanti, bertepatan dengan HUT DKI Jakarta ke-490.
Bus TransJakarta sudah uji coba jalan layan sepanjang 9,3 km itu dan berhenti di 12 halte. Kehadiran jalan layang khusus ini membuat waktu tempuh Ciledug-Tendean hanya 25 menit saja.
Busway layang Ciledug-Tendean Foto: Pool
|
Simpang Susun Semanggi
Pembangunan fisik Simpang Susun Semanggi rampung pada Selasa malam (25/4/2017), ditandai pemasangan box girder terakhir yang terletak di atas jalan tol dalam kota tepat di bilangan semanggi.
Proyek ini dibagi dalam 4 bentang jalan layang, yakni Bentang Plaza Semanggi, Bentang Polda Metro Jaya, Bentang Hotel Sultan dan Bentang Wisma Mulia atau BRI.
Berdasarkan data PT Wijaya Karya (WIKA) selaku kontraktor pelaksana pembangunan, jalan layang dengan bentang lengkung terpanjang di Indonesia ini menelan biaya Rp 345,067 miliar.
Simpang Susun Semanggi Foto: Rachman Haryanto
|
(Sumber: Detik.com)
0 Response to "Ini Dia Proyek Infrastruktur Warisan Ahok Saat Jabat Gubernur DKI"
Post a Comment