Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Ini Penyebab Keracunan di Pamatang Sidamanik Simalungun, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Ini Penyebab Keracunan di Pamatang Sidamanik Simalungun kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Ini Penyebab Keracunan di Pamatang Sidamanik Simalungun mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
BeritaSimalungun.com, Raya-Penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) diare yang dialami oleh 135 orang warga Kecamatan Pematang Sidamanik, tepatnya di Nagori Manik Maraja, Kabupaten Simalungun, mulai menemukan titik terang. Hal ini dikarenakan telah turunnya hasil pemeriksaan laboratorium dari sample sumber air yang diperuntukkan bagi warga disana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Masalah Kesehatan (PMK), Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Serubabel Saragih, kepada wartawan, Kamis (04/5/2017) lalu mengatakan bahwa dari hasil sample diketahui terdapat kandungan ecoli yang berlebih pada sumber air.
"Ekoli yang berada di sumber air penyebab dari pengumpulan dari berbagai tinja hewan. Ini yang dikonsumsi oleh warga sehingga menyebabkan terjadinya diare pada ratusan orang disana, ” sebutnya.
Untuk penyebaran, dapat saja terjadi dengan kemungkinan sewaktu mandi terminum oleh korban. Ekolinya cukup tinggi. Pencemaran terdeteksi karena curah hujan yang cukup tinggi.
Namun untuk saat ini untuk hasil perhitungan kelayakan ambang batas melalui PH air belum turun, sambung dirinya.
Terkait mengenai adanya pencemaran baku mutu air yang disebabkan oleh bahan kimia, masih kata dirinya, sampai saat ini hasil Lab tersebut belum di peroleh oleh pihaknya.
Dan terkait kemungkinan pencemaran sumber air tersebut berasal dari hasil pemupukan pada tanaman ekaliptus milik PT TPL yang berada di sekitaran sumber air, hingga tingginya kadar tinja hewan yang masuk ke dalam sumber air dirinya mengatakan terkait hal itu dirinya belum bisa menduga duga penyebab sehingga kadar ekoli dari tinja hewan dapat menumpuk di sumber air.
"Kita belum bisa menduga duga, walau umbul ada di lokasi ekaliptus atau dikelilingi oleh ekaliptus terkait merebaknya kadar ecoli pada sumber air. Tapi, kata mereka ( saat peninjauan awal) ada bukti hasil penyemprotan terhadap rumput, cuma kita tidak bisa pastikan itu penyebab. Ini dikarenakan belum ada hasil Lab untuk bahan kimia, ” sebutnya.
Untuk mengetahui secara keseluruhan penyebab, kita harus dapat data Lap keseluruhan. "Kita mau ke umbul memang melewati hutan ekaliptus. Cuma kita tidak dapat menduga duga,” ungkapnya.
Ditanya apakah ini bisa disebabkan dari pupuk kandang, dirinya mengatakan ini ada kemungkinan. Karena Ekoli adalah kumpulan dari tinja hewan. (BS)
Sumber: Simantab.com
0 Response to "Ini Penyebab Keracunan di Pamatang Sidamanik Simalungun"
Post a Comment