Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Barang Bukti Terduga Teroris di Bandung Bahan Peledak Kimia, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Barang Bukti Terduga Teroris di Bandung Bahan Peledak Kimia kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Barang Bukti Terduga Teroris di Bandung Bahan Peledak Kimia mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
BANDUNG, LAMPUNGUPDATE.COM - Barang bukti terduga teroris di Kampung Jajawai, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin kemarin, yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri ternyata bahan peledak kimia.
Densus menemukan barang bukti kimia bahan peledak itu di rumah kontrakan terduga teroris berinisial YF alias Abu Nakir Shaab itu. Polisi menyebut, bahan peledak tersebut sangat berbahaya meski berdaya ledak rendah.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menyebut, YF mendapat keterampilan merakit bom kimia dari pentolan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Bahrun Naim, melalui aplikasi percakapan Telegram.
"Dia belajar blog khusus Bahrun Naim. Ini bukan bom biasa, ini (bom) kimia. Jika meledak, korban yang terkena udaranya saja bisa luka kemudian kalau kehirup bisa parah (mematikan),” ujar Yusri kepada wartawan di lokasi penggerebekan pada Selasa malam Rabu.
Kimia bahan peledak yang disiapkan YP di petak kamar kontrakannya, kata Yusri, dibutuhkan penanganan khusus saat olah tempat kejadian perkara oleh tim Densus dan Inafis. Bahkan, kimia bahan peledak yang disiapkan YP direncanakan diledakkan di tempat pengamanan dan Istana Merdeka pada akhir Agustus.
"Karena dicium (baunya) saja sangat (menyengat), apalagi kalau terkena kulit bisa terbakar. Barang bukti jumlahnya cukup besar," ujarnya.
Menurutnya, pola ledakan bom itu berbeda dengan bom panci sebelumnya. Mereka, katanya, mengutamakan daya jangkau racun kimia dibandingkan ukuran bom.
"Meledak enggak terlalu besar, tapi dampak udaranya bisa berakibat kulit rusak. Tergantung besaran bom yang dia buat. Memang bom sudah dirancang khusus," jelasnya. (*)
0 Response to "Barang Bukti Terduga Teroris di Bandung Bahan Peledak Kimia"
Post a Comment