GAGAL GINJAL

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang GAGAL GINJAL, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai GAGAL GINJAL kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan GAGAL GINJAL mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Definisi
Gagal ginjal yaitu ginjal kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh dalam keadaan asupan makanan normal. Gagal ginjal biasanya dibagi menjadi dua kategori yaitu kronik dan akut. Gagal ginjal kronik merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat pada setiap nefron (biasanya berlangsung beberapa tahun tidak reversible), gagal ginjal akut seringkai berkaitan dengan penyakit kritis, berkembang cepat dalam hitungan beberapa hari hingga minggu, dan biasanya reversible bila pasien dapat bertahan dengan kritisnya (price & wilson, 2006)

Etiologi
Klasifikasi penyebab gagal ginjal kronik

Ket: penyebab tersering                        sumber: patofisiologi vol 2 hal: 993

Manifestasi klinis
1.    Gagal ginjal kronik
Menurut perjalanannya klinnis:

a.    Menurunnya cadangan ginjal pasien asimtomatik, namun GFR dapat menurun hingga 25% dari normal.

b.    Infusiensi ginjal, selama pasien ini keadaan ini pasien mengalami poliuria dan nokturia, GFR 10% hingga 25% dari normal, kadar creatinin serum dan BUN sedikit meningkat diatas normal.

c.    Penyakit ginjal stadium akhir (ESRD) atau sindrom uremik (lemah, letargi, anoreksi, kelebihan volume cairan (volume overload), neuropati perifer, pruritus, uremic frost, kurang dari 5-10 ml/menit, kadar serum kreatinin fan BUN meningkat tajam, dan terjadi perubahan biokimia dan gejala yang komplek
Gejala komplikasinya antara lain, hipertensi, anemia, osteodistrofi renal, payah jantung, asidosis metabolik, gangguan keseimbangan elektrolit (sodium, kalium, khorida).

2.    Gagal ginjal akut
Perjalanan klinis gagal ginjal akut biasanya dibagi menjadi 3 stadium: oliguria, dieresis, dan pemulihan. Pembagian penyakit ini ini merupakan sangat dipakai pada penjelasan dibaawah ini, tetapi harus diingat bahwa gagal ginjal akut azotemia dapat saja terjadi saaat keluarnya urine dari 400/48 jam

a.    Stadium oliguria
Oliguri timbul dalam waktu 24-48 jam sesudah trauma dan disretai azotemia

b.    Stadium deuresis
-    Stadium GGA dimulai bila keluarnya urine lebih 400ml/hari
-    Berlangsung 2-3 minggu
-    Pengeluaran urin harian jarang melebihi 4 liter, asalkan pasien tidak mengalami hidrasi yang berlebihan
-    Tingginya kadar urea darah
-    Kemungkinan menderita kekurangan kalium, natrium, dan air
-    Selama stadium dini dieresis kadar BUN mungkin meningkatkan terus

c.    Stadium penyembuhan
Stadium penyembuhan GGA berlangsung sampai satu tahun, dan selama itu anemia dan kemampuan pemekatan ginjal sedikit dengan sedikit membaik

Penatalaksanaan
Pengkajian klinik menentukan jenis penyakit ginjal, adanya penyakit penyerta, derajat penurunan derajat penurunan fungsi ginjal, komplikasi akibat penurunan fungsi ginjal, factor sesiko untuk penurunan fungsi ginjal, dan factor resiko untuk penyakit kadiovaskular. Pengelolahan nya dapat diliputi:
1.    Terapi penyakit ginjal
2.    Pengobatan penyakit penyertaan
3.    Penghambatan penurunan fungsi ginjal
4.    Pencegahan dan pengobatan penyakkit kardivaskular
5.    Pencegahan dan pengobatan penyakit gagal ginjal ini komplikasi akibat penurunan fungsi ginjal
6.    Terapi pengganti ginjal dengan dialisis atau transplantasi jika timbul gejala dan tanda uremia

Masalah yang lazim muncul
1.    Gangguan pertukaran gas b.d kongesti paru, penurunan curah jantung penurunan perifer yang mengakibatkan asidosis laktat

2.    Nyeri akut

3.    Kelebihan volume cairan b.d penurunan haluaran urine, diet berrlebihan dan retensi cairan serta natrium

4.    Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d anoreksia, mual dan muntah, pembatasan diet, dan perubahan membrane mukosa mulut

5.    Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b.d perlemahan aliran darah keseluruh tubuh

6.    Intoleransi aktivitas b.d keletihan, anemia, retensi, produk sampah

7.    Kerusakan integritas kulit b.d pruritas, gangguan status metabolic sekunder

Discharge planning
1.    Diet tinggi kalori dan renfah protein
2.    Optimalisasi dan pertahankan keseimbangan cairan dan garam
3.    Kontrol hipertensi
4.    Kontrol ketidakseimbangan elektrolit
5.    Deteksi dini dan terapi infeksi
6.    Dialisis (cuci darah)
7.    Obat-obatan: antihipertensi, suplemen besi, agen pengikat fostat, suplemen kalium, furosemid (membantu berkemih)
8.    Transplantasi ginjal

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "GAGAL GINJAL"

Post a Comment