Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Gerak Tari Tradisional : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Unsur Tari, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Gerak Tari Tradisional : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Unsur Tari kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Gerak Tari Tradisional : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Unsur Tari mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
Pengertian,Fungsi,Jenis,dan Unsur Tari
Seni tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapakan berbentuk gerak tubuhyang di perhalus melalui estetika.tari adalah unsur dasar gerak yang di ungkapkan atau ekspresi
dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama.tari berupa gerak-gerak seluruh tubuh yang
diselaraskan dengan musik sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu.tari bisa juga di katakan
sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang di ubah oleh imajinasi dibentuk media gerak
sehingga menjadi wujud gerak simbiolis sebagai ungkapan koerografis.
1.Fungsi Tari
Kegiatan berkesenian dalam hal ini seni tari merupakan salah satu cara untuk memenuhi sentuhan estesis dalam kehidupan manusia.peranan seni tari untuk memenuhi kebutuhan manusia adalah dengan melalui stimulan individu ,sosial,dan komunikasi. Kedua fungsi individu dan sosial merupakan ekspresi jiwa manusia. dengan demikian ,tari dalam rangka memenuhi kebutuhan indidvidu dan sosial merupakan alat yang di gunakan untuk menyampaikan ekspresi jiwa dalam kaitan dengan kepentingan lingkungannya.secara garis besar,soedarsono mengelompokan fungsi seni tari menjadi tiga yaitu sebagai berikut.a.Fungsi Saarana upacara
Fungsi tari sebagai sarana upacara (ritual)merupakan bagian dari taradisi masyarakat turun - temurun .Tari sebagai sarana upacara ritual harus di senggelarakan pada saat tertentu disertai berbagai sesaji,serta diiringi tarian dan bunyi-bunyian .Fungsinya untuk menambah kesakralan dan daya magis .Upacara ritual ini misalnya pada panen atau potong padi,peristiwa kelahiran,kesuburan,perkawinan ,keagamaan,dan adat.Contoh tari upacara adalah tari Rejang,tari Debus,dan lain-lain.
Adapun ciri-ciri tarian ini sebagai berikut.
- Hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat, sebagai sarana untuk persembahan.
- Sebagai sarana memuja dewa (keagamaan) yang berarti sakral.
- Bersifat kebersamaan dan diulang-ulang
b. Sebagai Sarana Hiburan
Fungsi tari sebagai sarana hiburan artinya penciptaan tari ditujukan hanya untuk ditonton untuk memenuhi konsumsi publik saja.
c. Sebagai Pertunjukan
Tarian ini menitikberatkan pada segi keindahannya bukan pada hiburannya. Tari yang termasuk tari pertunjukan yaitu tari rakyat, tari upacara, dan tari hiburan yang sudah digarap dengan mengindahkan kaidah keindahan, misalnya tari Pendet, tari Rejang, tari Lenggeran, tari Gambyong, dan lain-lain.
2. Jenis Tari
a. Jenis Tari Berdasarkan Bentuk PenyajianBerdasarkan bentuk penyajian, tari dibagi menjadi empat macam, yaitu tari tunggal , tari berpasangan, tari massal, dan tari drama tari.
1) Tari Tunggal
Tari tunggal adalah jenis tari yang dimainkan oleh seorang penari. Contoh tari tunggal yaitu tari Gatotkaca, tari Klana Topeng, dan tari Panji.
2) Tari Berpasangan
Tari berpasangan adalah jenis tari yang dimainkan oleh dua penari yang satu dengan lainnya saling melengkapi.. Dua penari itu bisa wanita semua atau laki-laki semua, bisa satu wanita yang lainya laki-laki. Jenis tari ini ada yang terdiri dari beberapa pasangan. Contoh tari yang dibawakan olehsepasang penari, yaitu tari Damarwulan, tari Rara Mendut, dan tari Perang Sugriwo-Subali.
3) Tari Massal
Tari massal adalah tarian yang dibawakan oleh lebih dari satu orang penari tanpa ada unsur saling melengkapi .Beberapa contoh tari massal, yaitu tari Gabyong dari Surakarta, tari Golek dari Yogyakarta, dan tari Mafia dari Irian Jaya.
4) Drama Tari
Drama tari dibawakan oleh beberapa orang penari. Drama tari disajikan dalam bentuk cerita yang terbagi atas babak-babak atau adegan-adegan. Beberapa contoh drama tari yaitu wayang wong dari Jawa Tengah, wayang topeng dari Cirebon, serta randai dan makyong dari Sumatera.
b. Jenis Tari Berdasarkan Koreografinya
1) Tari Tradisional
Tari tradisional merupakan sebuah bentuk tarian yang sudah lama ada. Tarian ini diwariskan secara turun-temurun. Sebuah tarian tradisional biasanya mengandung nilai filosofis, simbolis, dan religius. Semua aturan ragam gerak tari tradisional , formasi, busana, dan riasnya hingga kini tidak banyak berubah. Tari tradisional dibagi menajdi dua macam yaitu sebagai berikut.
a) Tari Tradisional Klasik
Tari tradisional klasik dikembangkan oleh para penari kalangan bangsawan istana. Aturan tarian biasanya baku atau tidak boleh diubah lagi. Gerakannya anggun dan busananya cenderung mewah. Fungsinya sebagai sarana upacara adat atau penyambutan tamu kehormatan. Contoh : tari Klana Topeng (Jawa Barat), tari Bedaya Serimpi (Jawa Tengah), tari Sanghyang (Bali), serta tari Pakarena dan tari Pajaga (Sulawesi Selatan).
Ciri-ciri tari tradisional klasik adalah sebgai berikut
- Pola-pola gerak sudah ditentukan .
- Memiliki nilai seni yang tinggi.
- Gerak yang diciptakan melampaui kebutuhan minimal yang dibutuhkan oleh konteksnya.
- Tumbuh dan berkembang dari kalangan bangsawan.
- Ukuran-ukuran keindahannya melampaui batas-batas daerah.
- Pola-pola gerak sangat ditentukan dengan konteksnya sehingga tari rakyat biasanya memiliki tema tertentu.
- Bersifat sosial dan memiliki nilai seni yang sedang.
- Perbendaharaan geraknya terbatas sekedar cukup untuk memberikanaksen kepada peristiwa-peristiwa adat yang khas dari suku bangsa yang bersangkutan.
- Berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
- Terbatas pada wilayah adat tertentu.
2) Tari Kreasi Baru
Yaitu tari kreasi yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola tradisi, baik dalam hal koreografi, musik, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun tarian ini tidak menggunakan pola-pola tradisi, tidak berarti sama sekali tidak menggunakan unsur-unsur tari tradisi, mungkin saja masih menggunakannya bergantung pada konsep gagasan penggarapannya. Tarian ini disebut juga tari modern, yang istilahnya berasal dari kata Latin yaitu modo yang berarti baru saja.
- Pola-pola geraknya lebih bebas dari tari modern.
- Gerak yang digunakan tidak lagi mendasarkan pada gerak tari tradisional.
- Tata tari diciptakan sesuai suasana saat itu.
- Pola-pola gerak yang lebih bebas tetapi masih memperhatikan keindahan.
- Gerak yang digunakan masih memberi penekanan pada gerak yang tumbuh dari gerak tari tradisional.
- Masih tettap berada dalam kerangka tradisi dari suatu suku bangsa.
- Imitatif adalah gerak peniruan dari binatang dan alam.
- Mimitif adalah gerak peniruan dari gerak-gerak manusia.
- Bentuk (pose), yaitu posisi tubuh sebelumbergerak. terbagi menjadi empat yaitu terbuka, tertutup, asimetris, dan simetris.
- Pola lantai, yaitu arah atau garis langkah yang dilalui oleh penari. Pola lantai terbagi menjadi dua, yaitu lurus dan lengkung.
- Arah hadap, yaitu arah posisi tubuh penari.
- Tataran atau level, yaitu tingkatan posisi tubuh penari. Terbagi menjadi tiga, yaitu bawah (rendah), tengah (sedang), dan atas (tinggi).
- Ekspresi atau penjiwaan.
0 Response to "Gerak Tari Tradisional : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Unsur Tari"
Post a Comment