Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Jika Dibentuk TPF, Novel Akan Ungkap Jenderal yang Terlibat, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Jika Dibentuk TPF, Novel Akan Ungkap Jenderal yang Terlibat kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Jika Dibentuk TPF, Novel Akan Ungkap Jenderal yang Terlibat mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
Namun menurut tim advokasi Novel, Alghiffari, penyidik senior di KPK ini, baru mau menyebut nama salah satu jenderal yang diduga terlibat penyiraman air keras, jika dibentuk tim gabungan pencari fakta (TPF). Agen Casino Terbaik
"Novel menyampaikan dia hanya akan membuka nama jenderal tersebut jika dibentuk tim gabungan pencari fakta," kata Alghiffari, Selasa 14 Agustus 2017. Agen Poker Indonesia Terbesar
Menurut Alghiffari, keterangan yang diberikan Novel selama pemeriksaan, sebenarnya cukup kuat bagi Kepolisian untuk menemukan pelaku penyerangan kepada Kepala Satgas Kasus e-KTP itu.
Sekarang, kata dia, tinggal menunggu komitmen Kepolisian bisa menerjemahkan keterangan Novel terkait informasi yang diberikan. "Jika saksi-saksi tersebut sudah didalami dengan baik maka keterangan Novel sebenarnya sudah cukup. Kami juga merasa keterangan Novel sudah cukup karena ada banyak saksi tidak didalami dengan serius oleh polisi," ujarnya.
Pemeriksaan Novel di Singapura untuk pertama kalinya dilakukan Kepolisian. Penyidik KPK itu diperiksa di Singapura lantaran masih menjalani perawatan karena kedua matanya sempat terganggu penglihatannya setelah disiram air kimia oleh orang tak dikenal.
Hal itu, kata Argo, atas permintaan Novel sendiri karena akan mengungkap pelaku penyerangan kepadanya jika aparat sudah bisa menangkap. "Intinya bahwa yang bersangkutan menyampaikan dia tidak akan menyampaikan bukti-buktinya sebelum (pelaku) tertangkap. Nanti ada waktunya tersendiri akan kami sampaikan. Kemudian beliau tidak menyampaikan juga begitu," ujar Argo.
0 Response to "Jika Dibentuk TPF, Novel Akan Ungkap Jenderal yang Terlibat"
Post a Comment