Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Johannes Marliem, Pengusaha Indonesia Donatur Terbesar Obama, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Johannes Marliem, Pengusaha Indonesia Donatur Terbesar Obama kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Johannes Marliem, Pengusaha Indonesia Donatur Terbesar Obama mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
Johannes diketahui memiliki firma marketing bernama Marliem Consulting yang berbasis di Minneapollis, Minnesota. Agen Bola Terpercaya
Saat inaugurasi ke-dua Obama, Johannes menyumbang dana sebesar US$255 ribu atau hanya selisih US$25 ribu dari korporasi multinasional ExxonMobil. Agen Casino Terbaik
Sumbangan Johannes itu bernilai dua kali lipat uang yang diberikan Alida Messinger, mantan istri Gubernur Minnesota, Mark Dayton, pada Partai Demokrat. Agen Poker Indonesia Terbesar
Pada 2013, Star Tribune melaporkan Johannes memberi dua kali sumbangan pada Komite Inaugurasi Presiden sebesar US$100 ribu dan US$125 ribu.
Sebelumnya, Johhanes juga pernah berkontribusi memberikan dana sebesar US$2500 pada tim kampanye Obama saat pilpres 2012 dan sukses mengumpulkan donasi hingga US$70 ribu bagi kampanye Obama.
Johannes mendirikan Marliem Consulting pada 2006, dengan kantor di Minneapolis dan Jakarta. Di situs resmi perusahannya, Johannes menyebut bisnisnya bergerak di bidang usaha kecil menengah dan bertujuan “membuka gerbang bagi perusahaan AS untuk menjual produk dan layanan di Indonesia”.
Dia menyebut punya kontrak senilai US$600 juta dengan perusahaan pembuat sistem identifikasi biometrik untuk digunakan di Indonesia.
Dari dana itulah, Johannes menyatakan sumbangannya pada Obama dan Demokrat, berasal.
Sumbangan Johannes bagi Obama dan Demokrat sempat menimbulkan kebingungan. Pasalnya, belum pernah ada yang mendengar soal Johannes Marliem di Amerika Serikat dan dia pun tidak terdaftar sebagai pemilih di Minnesota maupun negara bagian lainnya.
Catatan pengadilan Hennepin County pada 2009 menyebutkan jaksa penuntut umum mendakwa Johannes atas penipuan cek kosong senilai US$10 ribu.
Johannes menulis cek senilai US$10 ribu dari Bank TCF untuk disimpan di rekening bank Wells Fargo. Asisten Jaksa Penuntut Umum Hannepin Tom Arneson mengatakan Johannes ingin menunjukkan seolah-olah dia memiliki sejumlah besar uang di kedua rekening tersebut.
Johannes menyatakan diri bersalah pada 2010 dan membayar denda, guna menghindari deportasi.
Kematian dan Insiden Penembakan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui juru bicaranya membenarkan kematian Johannes pada Jumat (11/8), namun belum menjelaskan lebih rinci penyebab kematiannya.
Meskipun demikian kematian Johannes juga heboh diberitakan media Los Angeles. Pasalnya, di lingkungan rumah yang disewa Johannes juga terjadi insiden penembakan yang melibatkan kehadiran polisi, FBI dan CIA.
“Baku tembak terjadi di lingkungan rumah mewah di Los Angeles,” sebut Juru Bicara Kepolisian Los Angeles Josh Rubenstein dikutip Daily Mail.
Rumah yang dimaksud merupakan milik Tamme McCauley, mertua aktor terkenal Joseph Gordon-Levitt.
Rubenstein menyebutkan polisi terpaksa menembakkan banyak peluru guna mempertahankan diri, selain juga melemparkan gas air mata. Lebih lanjut, Rubenstein mengatakan pelaku penembakan ditemukan tewas di rumah mewah tersebut, namun tidak jelas penyebab kematiannya.
Dia menambahkan selama insiden penembakan berlangsung, empat rumah lainnya di kawasan tersebut dievakuasi.
Di sisi lain, tidak ada keterangan yang jelas mengenai kematian Johannes Marliem yang tinggal tidak jauh dari lokasi penembakan.
Johannes Marlim adalah pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system (AFIS) ke konsorsium penggarap proyek e-KTP.
Dari tangan Johannes yang juga Direktur Biomort Lone LLC, penyidik KPK banyak mendapatkan bukti rekaman serta aliran uang e-KTP ke DPR dan pejabat Kemendagri, dari awal proyek itu.
#Sumber
0 Response to "Johannes Marliem, Pengusaha Indonesia Donatur Terbesar Obama"
Post a Comment