Lampung Alternatif Ibu Kota Pemerintahan Republik Indonesia

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Lampung Alternatif Ibu Kota Pemerintahan Republik Indonesia, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Lampung Alternatif Ibu Kota Pemerintahan Republik Indonesia kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Lampung Alternatif Ibu Kota Pemerintahan Republik Indonesia mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.


BANDARLAMPUNG, LAMPUNGUPDATE.COM - Provinsi Lampung sebelumnya pernah disebut-sebut sebagai alternatif ibu kota pemerintahan Republik Indonesia selain Palangkaraya, Kalimantan. Sejumlah kalangan bersepakat mengusulkan Provinsi Lampung sebagai alternatif lokasi pemindahan ibu kota dan pusat pemerintahan dari DKI Jakarta ke Kawasan Timur Lampung.

Ketua Yayasan Alfian Husin, Dr Andi Desfiandi, di Bandarlampung menyebut, usulan itu tergagas dari hasil Forum Group Discussion (FGD) bertema `Kesiapan Lampung sebagai Ibu Kota Pemerintahan RI`. FGD dihadiri sejumlah pakar, para rektor, peneliti, akademisi, wakil rakyat, pengusaha, perwakilan praktisi dan profesional serta aktivis di Lampung, Selasa.

"Kami telah menyepakati upaya usulan itu setelah melalui kajian komprehensif dari berbagai disiplin ilmu dan aspek yang diperlukan," terangnya, Rabu.

Forum Group Discussion ini, kata dia, mengkaji keunggulan dan kelemahan, peluang dan tantangan Lampung sebagai alternatif pusat pemerintahan RI dari Jakarta. Andi menyebut, secara geopolitik Indonesia sangat strategis untuk menjadi negara besar dan maju jika mampu memainkan peran lebih dalam pergaulan politik internasional.

Dijelaskannya, terkait perpindahan ibu kota, bangsa ini harus belajar dari sejarah dunia bagaimana sebuah negara berhasil atau gagal dalam proses pemindahan tersebut, dengan perspektif kajian dan geopolitik Lampung tentu fakta-faktanya akan memperkuat perpindahan tersebut ke Lampung berbanding dengan daerah lainnya.

Alasan lainnya, ketersediaan lahan, minim kebakaran hutan dan lahan, ketersediaan air bersih, aksesibilitas, konsep keamanan pertahanan, sosio budaya, terlebih beberapa proyek strategis nasional kecenderungannya berada di Lampung.

Selain itu, ketahanan pangan, pusat pertahanan maritim, pusat industri maritim, hingga poros jalan Tol Sumatera sedang berlangsung di Lampung. Keadaaan ini akan memperkuat posisi geopolitik Lampung sebagai alternatif ibu kota pemerintahan RI.

Sementara, Dr Any Nurhasanah dari Universitas Bandarlampung (UBL) menyatakan, posisi pesisir Lampung yang rawan gempa dan tsunami, seharusnya menjadi sebuah kekuatan dalam memberikan kesadaran mitigasi bencana yang baik dan konsisten. Jangan sampai mengurangi dampak kerugian dari bencana tersebut.

Perencanaan menghadapi bencana dimulai dari konstruksi yang akrab dengan bencana, perencanaan evakuasi, peringatan dini bencana, sampai struktur-struktur penahan tsunami seperti hutan pantai, tembok laut.

"Mitigasi bencana harus menjadi kesadaran nasional secara luas. Hampir seluruh wilayah Indonesia berada dalam lingkaran rawan bencana, dan antisipasi yang baik terencana adalah kunci untuk mengurangi dampak kerusakannya," kata Any. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lampung Alternatif Ibu Kota Pemerintahan Republik Indonesia"

Post a Comment