Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli Sebanyak 1.926 Tersangka, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli Sebanyak 1.926 Tersangka kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli Sebanyak 1.926 Tersangka mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
SURABAYA, LAMPUNGUPDATE.COM – Sejak dibentuk 2016, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), Pemerintah Pusat banyak menerima laporan mengenai pelayanan publik dari masyarakat yang menyatakan tidak puas.
Tim Saber Pungli yang sudah dibentuk melakukan penindakan operasi tangkap tangan (OTT) di sejumlah daerah yang ada di Indonesia. Secara nasional, tim Saber Pungli telah menerima 31.812 pengaduan dari masyarakat yang masuk mengenai pelayanan publik.
Satgas Saber Pungli yang dibentuk setahun lalu hingga 22 Agustus 2017 telah melakukan penindakan dan penanganan sebanyak 950 operasi tangkap tangan di seluruh wilayah Indonesia. Barang bukti yang diamankan, dalam kegiatan melakukan OTT sejak dibentuknya Saber Pungli nilainya sebesar Rp315.623.205.500.
“Untuk jumlah tersangkanya 1.926 orang yang ditahan terkena dalam OTT,” kata Sri Wahyuningsih, Ketua I Saber Pungli, Dirjen Kementerian Dalam Negeri, di sela sambutannya dalam sosialiasi Perpres Nomor 87 tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli di Hotel Mercure, Surabaya, Kamis.
Dikatakannya, daerah yang banyak laporan masuk masyarakat mengenai pelayanan publik, seperti wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara dan Jawa Timur. Sektor yang rawan terjadi pungutan liar itu terjadi di pada sektor perizinan, dana desa untuk pembangunanan daerah, bidang pendidikan seperti dana BOS.
Wilayah yang paling besar operasi tangkap tangan di Kalimantan Timur dengan barang bukti nilainya mencapai Rp298.627.205.900. Sedangkan daerah yang paling kecil terkena OTT, dengan barang bukti Rp400 ribu wilayah Papua Barat.
“Tingginya barang bukti itu semua tergantung dari anggaran atau nilai uang yang ada, jumlah penduduk dan SDM nya. Semakin besar nilainya, maka semakin rentan terjadi pungutan liar. Dari situlah perlu dilakukan sosialisasi Perpres Nomor 87 tahun 2016,” ujarnya.
Sri Wahyuningsih berharap, dengan dilakukannya sosialisasi, dimungkinkan bisa menekan dan berkurang terjadinya pungutan liar di tengah masyarakat. “Tapi, itu tidak mungkin langsung hilang. Jadi diperlukannya masyarakat ikut peran aktif membantu, melaporkan ke tim saber pungli yang sudah dibentuk,” katanya.
Laporan itu sendiri bisa dilakukan website resmi tim saber pungli yakni saberpungli.id. Selain itu masyarakat juga bisa lapor hanya mengirim pesan ke nomor yang sudah ada, yakni ke Nomor 1193 atau bisa langsung menghubungi call center di Nomor 193. (*)
0 Response to "Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli Sebanyak 1.926 Tersangka"
Post a Comment