Permintaan Kalteng Jika Palangka Raya Jadi Ibu Kota

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Permintaan Kalteng Jika Palangka Raya Jadi Ibu Kota, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Permintaan Kalteng Jika Palangka Raya Jadi Ibu Kota kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Permintaan Kalteng Jika Palangka Raya Jadi Ibu Kota mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

PAN: Dukungan untuk Jokowi pada 2019 Bisa Berubah


Mata Lelaki - Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah (Kalteng) diminta untuk merumuskan sejumlah permintaan bila Kalteng benar-benar ditunjuk sebagai ibu kota pemerintahan. Sejumlah permintaan itu nantinya digunakan untuk kepentingan warga suku Dayak. Agen Bola Terpercaya

Permintaan itu disampaikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat membuka Rakor DAD Provinsi dengan DAD kabupaten/kota dan Damang/Kepala Adat se-Kalteng di Hotel Dandang Tingang, Palangka Raya. Agen Casino Terbaik

"Saya minta acara ini harus menghasilkan rumusan yang menyangkut kepentingan orang Dayak bila kelak Kalteng ditunjuk sebagai ibukota pemerintahan," ujarnya, Sabtu (26/8/2017). Agen Poker Indonesia Terbesar

Sejumlah permintaan itu adalah memperjelas status tanah adat dan hutan adat milik orang Dayak. Selain itu, ia juga meminta semua tanah orang Dayak harus bersertifikat.

"Kebijakan mengenai infrastrukur, pendidikan, dan kesehatan, juga harus jelas," ujarnya.

Di hadapan 136 Damang/Kepala Adat yang mengikuti kegiatan selama dua hari itu, ia juga menegaskan masyarakat Kalteng harus menjadi pelaku ekonomi di daerahnya kalau ingin maju.

"Nanti kita minta undang-undang khusus seperti halnya DKI Jakarta, Nanggroe Aceh Darussalam, dan Yogyakarta," kata Sabran.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran, Gubernur juga meminta agar dalam kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah kepala dinas seperti Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Pertambangan pada saat diskusi nantinya.





"Keberadaan sejumlah kepala dinas bisa dihadirkan untuk memberikan masukan dan juga mencari solusi permasalahan di lapangan," ujarnya.

Dalam kegiatan itu, selain dihadiri oleh 136 Damang kepala adat dari 14 Kabupaten/kota se-Kalteng, juga dihadiri sejumlah tokoh Dayak seperti Yansen Binti, Lewis KDR dan mantan Wali Kota Palangka Raya Lukas Tingkes.

Sementara itu, panitia pelaksana kegiatan, Bulkani menjelaskan kegiatan rakor ini bertujuan meningkatkan koordinasi antara pengurus, Damang dan pihak lain seperti pemerintahan.

"Kita juga ingin meningkatkan kapasitas para Damang agar lebih profesional dan modern," kata Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya ini.

#Sumber

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Permintaan Kalteng Jika Palangka Raya Jadi Ibu Kota"

Post a Comment