Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Tragis, Meninggal Saat Melahirkan, 3 Tahun Kemudian Catatan “Pinjami Aku Satu Hari” Ditemukan Di Lemari,,, Isinya Sangat Mengharukan, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Tragis, Meninggal Saat Melahirkan, 3 Tahun Kemudian Catatan “Pinjami Aku Satu Hari” Ditemukan Di Lemari,,, Isinya Sangat Mengharukan kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Tragis, Meninggal Saat Melahirkan, 3 Tahun Kemudian Catatan “Pinjami Aku Satu Hari” Ditemukan Di Lemari,,, Isinya Sangat Mengharukan mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
Tiga th. yang lalu adik tersayangku wafat di waktu sudah melahirkan seorang putri yang cantik serta imut. Saat ini, kurun saat yang cukup lama, tiga th. baru terbongkar koper dalam lemari serta ternyata ada sepucuk surat…
“PINJAMI AKU SATU HARI…”Perlahan…., tubuhku diturunkan ke dalam lubang yang sempit…Namun dengan cepat lalu tubuhku ditimbun tanah…Lalu semua orang meninggalkanku…Masih terdengar terang langkah kaki mereka…Kini saya sendirian…, di tempat yang gelap, tidak pernah terbayangkan sebelumnya…Sekarang saya sendiri, menunggu ujian serta pertanyaan-pertanyaan…
Belahan jiwa juga pergi…. Abah, Umi, kakak adik.., yang ditubuhnya mengalir sedarah dgn ku…, pergi…., suami ku juga pergi terlebih sahabatku…, kawan dekat…Tak seorangpun yg ingin turut denganku…Ternyata saya bukan siapa-siapa lagi untuk mereka…Menyesal pun…, tiada berguna…Tobat tidak lagi diterima. Minta maaf…, tidak lagi didengar…Kini saya sendirian mempertanggung jawabkan apa yang pernah saya lakukan…Ya Allah…, bila boleh…, tolong pinjamkan sehari saja milik-Mu…Aku bakal berkeliling memohon maaf pada mereka, yang sudah merasakan
kezalimanku…Yang sulit serta sedih karena tingkahku…Yang saya sakiti hatinya…Yang sudah saya bohongi…Yang sudah saya lukai…Ya Allah…, berikan saya sehari saja…Untuk memberi semua baktiku untuk papi mami ku tercinta…Demi memohon maaf atas kata-kataku yang kadang tidak sopan…Maafkan saya Abah …
Maafkan saya Umi …. Saya sungguh ingin sujud memohon ridha mereka…Maafkan aku…, Suami Imamku.. Maafkan saya.., Saya titipkan anak ku yang cantik untuk sebagai pengganti kuJaga anak ku, bimbing serta jadikan anak ku jadi seorangAnak yang sholeha
Serta saya ingin mengatakan kalau saya sangat berterima kasih, atas apa yang mereka korbankan untukku…Ya Allah…., pinjamkan saya sehari saja…Yang bakal saya pakai setiap detiknya, Untuk ruku’ serta sujud kepada-Mu…Beramal shalih dengan tulus…Menyedekahkan semua hartaku yang tersisa, di jalan-Mu…Menyesaaaaal…, sekali rasanya…Waktu-waktuku didunia berlalu dengan sia-sia…Bahkan Al Qur’an firman-Mu dengan malas-malasan kubaca…Hadist Rasulullah juga tak
pernah saya hiraukan…Andai dapat kuputar lagi saat itu…Tapi… saya sudah dimakamkan hari ini…Manalah mungkin….? Sakitnya sakaratul maut masih menancap pada setiap senti badanku yang kini kaku…Sakit…. sakit sekali…Seratus th. juga tidak hilang rasa sakitSeandainya saya masih dapat bercerita…Tentu tidak bakal tenang tidur sebagian rekanku yang masih hidup…Seumur hidup mereka tidak bakal pernah lagi tidur nyenyak…Andai saja mereka tahu…Baru beberapa waktu dalam gelap…Masih terdengar sayup-sayup nada sandal orang-orang yang meninggalkanku…Tanah kuburku masih
gembur…Baru saja ditidurkan sendirian…Akankah diluaskan lagi kuburku setelah ini …?
Bagaimanakah saya menjawab pertanyaan ujian setelah ini …? Ooohh…, andaikan saya dapat keluar dari sini…Yaa Allah, yaa Rahman…Ampuni dosa-dosa kami…, semua kekhilafan kami… Engkaulah Maha Pengasih lagi Maha Pengampun…Jadikanlah kelak akhir usia kami husnul khatimah serta sebagai penghuni surga Mu……Aamiin Yaa Mujibasaailiin ….
sumber ; http :// www. cerminan. com/
0 Response to "Tragis, Meninggal Saat Melahirkan, 3 Tahun Kemudian Catatan “Pinjami Aku Satu Hari” Ditemukan Di Lemari,,, Isinya Sangat Mengharukan"
Post a Comment