Ahmad Doli Dipecat Karena Ingin Lengserkan Setnov di Golkar

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Ahmad Doli Dipecat Karena Ingin Lengserkan Setnov di Golkar, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Ahmad Doli Dipecat Karena Ingin Lengserkan Setnov di Golkar kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Ahmad Doli Dipecat Karena Ingin Lengserkan Setnov di Golkar mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Ahmad Doli Dipecat Karena Ingin Lengserkan Setnov di Golkar


Mata Lelaki - Sekretaris Jenderal DPP Golkar Idrus Marham menyatakan pemecatan Ahmad Doli Kurnia dan Sirajuddin Abdul Wahab sudah sesuai dengan prosedur partai. Ia berkata, secara tersirat keduanya dipecat karena tidak mendukung kepemimpinan Setya Novanto. Agen Bola Terpercaya

Menurut Idrus, Doli dan Sirajuddin telah mendesak DPP Golkar untuk menggelar Munaslub sebagai langkah melengserkan Setya sebagai Ketum Golkar. Langkah itu dianggap bertentangan dengan keputusan rapat pleno DPP Golkar, yakni mendukung kepemimpinan Setya sebagai Ketum. Agen Casino Terbaik

"Itu (Doli dan Sirajuddin) yang meminta mengadakan Munaslub dan sebagainya. Saya ingin menyampaikan bahwa pada 18 Juli DPP Golkar sudah sepakat mendukung sepenuhnya kepemimpinan Setya Novanto," ujar Idrus di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (4/9). Agen Poker Indonesia Terbesar

Idrus menerangkan, keputusan rapat pleno sudah disepakati seluruh pihak di internal Golkar. Idrus membantah keputusan itu mendapat penolakan dari sejumlah pihak di Dewan Pembina, Pakar, atau pun Kehormatan Golkar.

Idrus mengklaim, ketiga dewan itu telah jelas memberi arahan agar Golkar solid mendukung Setya sebagai Ketum Golkar untuk kepentingan konsolidasi, serta akselerasi Pilkada tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019.

Lebih lanjut, Idrus meyakini Doli dan Sirajuddin tidak akan melakukan manuver untuk melemahkan Golkar usai dipecat. Ia mengaku, mengenal sosok keduanya sebagai aktivis yang sedang menuju titik menjadi politisi.




Ia pun menilai, caci maki yang diarahkan terhadapnya sebagai bentuk kreatifitas Doli sebagai seorang aktivis.

"Nah di dalam proses menjadi itu memang banyak dinamika yang harus dilalui. Itu ada yang positif dan negatif. Jadi saya kira tidak ada masalah bagi semua," ujarnya.

Sementara itu, Idrus kembali menyampaikan, dukungan kepada Setya yang telah disampaikan 34 Dewan Pimpinan Wilayah dalam rapat Dewan Pakar Golkar pada 21 Juli 2017. Ia mengingatkan saat itu seluruh perwakilan DPW telah menyatakan dukungan, langsung di hadapan Setya.

Oleh karena itu, Idrus berharap, Doli dkk harus mengedepankan hal objektif sebelum mengambil sikap atau menilai segala hal di tubuh Golkar.

"Golkar punya AD/ART, Munaslub, dan Rapimnas. Jadi kritis itu harus tetap ada dasarnya. Harus objektif, rasional, dan faktual," ujar Idrus.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ahmad Doli Dipecat Karena Ingin Lengserkan Setnov di Golkar"

Post a Comment