Anak Pertama Perempuan Lebih Berkah, Benarkah Demikian? Dalam Islam Ternyata...

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Anak Pertama Perempuan Lebih Berkah, Benarkah Demikian? Dalam Islam Ternyata..., yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Anak Pertama Perempuan Lebih Berkah, Benarkah Demikian? Dalam Islam Ternyata... kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Anak Pertama Perempuan Lebih Berkah, Benarkah Demikian? Dalam Islam Ternyata... mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

 Sahabat tolongshareya Ketika seorang wanita mengetahui bahwa dirinya hamil adalah merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi seorang wanita, sebab anak dalam keluarga itu sangatlah penting. Terkadang adanya yang seseorang itu ketika ia hamil ia menginginkan kelak anak yang di kandung jenis kel4m1n laki-laki atau mungkin ada yang meminta dan berharap perempuan. Karena anak adalah hibah dari Allah, sementara manusia hanya bisa meminta. Sehingga yang lebih penting adalah berusaha mensyukuri kehadiran semua anaknya.






"Hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki." (QS. as-Syura: 49)

Dalam ayat ini, ketika Allah menceritakan nikmat anak yang Allah berikan kepada hamba-Nya, Allah awali dengan anak perempuan, baru anak lelaki.

Sebagian ulama memahami, urutan ini bukan tanpa makna. Artinya, bisa jadi mereka yang dikaruniai Allah anak perempuan sebagai anak pertama, itu merupakan tanda kebaikan untuknya.

Al-Qurthubi dalam tafsirnya membawakan keterangan sahabat Watsilah bin al-Asqa',

"Bagian dari keberkahan wanita, ketika dia melahirkan anak pertamanya berjenis k3l4m1n perempuan, sebelum anak laki-laki. Karena Allah berfirman, (yang artinya): "Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan

memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki". Dalam ayat ini Allah mulai dengan anak perempuan." (Tafsir al-Qurthubi, 16/48).

Hadisnya Dhaif


Terdapat riwayat yang marfu' dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyebutkan bahwa keberkahan wanita, ketika anak pertamanya perempuan. Namun semua riwayat marfu' ini statusnya dhaif.

Diantaranya, disebutkan asy-Syaukani dalam tafsirnya, riwayat yang dibawakan Ibnu Mardawaih dan Ibnu Asakir dari Watsilah bin Asqa' secara marfu',

"Bagian dari keberkahan wanita, anak pertamanya perempuan. Karena Allah berfirman (yang artinya), "Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki." (Fathul Qadir, 4/776)

Demikian pula diriwayatkan ad-Dailami dalam musnadnya dari Aisyah secara marfu',

"Bagian dari keberkahan wanita kepada suaminya, mahar yang murah dan anak pertama perempuan". (hadis ini di-dhaif-kan as-Sakhawi dalam al-Maqashid al-Hasanah).

terlepas dari status hadisnya yang bermasalah, anak adalah anugrah dari Allah. Sementara manusia tidak memiliki pilihan untuk menentukan jenis k3l4m1n buah hatinya. Karena anak adalah hibah dari Allah, sementara manusia hanya bisa meminta. Sehingga yang lebih penting adalah berusaha mensyukuri kehadiran semua anaknya.

Para ulama menilai keberuntungan bagi yang memiliki anak perempuan, untuk membangun sikap optimis terhadap setiap anugrah yang Allah berikan. Agar jangan sampai muncul perasaan sial, seperti yang diyakini masyarakat jahiliyah.

Allah ceritakan karakter mereka dalam al-Qur'an,

"Apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?." (QS. an-Nahl: 58 – 59)

Semoga bermanfaat.



Sumber : sukasaya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anak Pertama Perempuan Lebih Berkah, Benarkah Demikian? Dalam Islam Ternyata..."

Post a Comment