Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Di Indonesia, Anak Tuntut Ibunya Karena Uang. Di Arab, Anak Rebutan Hak Asuh Ibunya di PengadilaN, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Di Indonesia, Anak Tuntut Ibunya Karena Uang. Di Arab, Anak Rebutan Hak Asuh Ibunya di PengadilaN kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Di Indonesia, Anak Tuntut Ibunya Karena Uang. Di Arab, Anak Rebutan Hak Asuh Ibunya di PengadilaN mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
Namun berbeda dengan berita yang lagi viral di Arab ini, Bukan karena tanah atau warisan yang mereka saling perebutkan, namun hak asuh ibu.
Dua orang kakak beradik (di Saudi Arabia) berseteru memperebutkan hak asuh/pemeliharaan terhadap ibunya hingga ke pengadilan.
Di Indonesia, Anak Tuntut Ibunya Karena Uang. Di Arab, Anak Rebutan Hak Asuh Ibunya di Pengadilan
Di salah satu pengadilan Qasim, Kerajaan Saudi Arabia, berdiri Hizan al-Fuhaidi dengan air mata yang bercucuran hingga membasahi janggutnya. Kenapa?
Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yang sudah tua renta dan bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yang telah keriput.
Seumur hidupnya, beliau tinggal dengan Hizan yang selama ini menjaganya. Tatkala beliau telah semakin tua, datanglah adiknya yang tinggal di kota lain, untuk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan, fasilitas kesehatan dll di kota jauh lebih lengkap daripada di desa.
Sidangpun dimulai, hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis. Kedua bersaudara ini membopong ibunya yang sudah tua renta yang beratnya sudah tidak sampai 40 Kg.
Sang hakim bertanya kepadanya, siapa yang lebih berhak tinggal bersamanya. Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun menjawab, sambil menunjuk ke Hizan, “Ini mata kananku!”
Kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, “Ini mata kiriku!”
Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kepada adik Hizan, berdasar pertimbangan kemaslahatan bagi si ibu.
Betapa mulia air mata yang dikucurkan oleh Hizan. Air mata penyesalan karena tidak bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah menginjak usia lanjutnya.
Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu yang diperebutkan oleh anak-anaknya hingga seperti ini. Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi anak-anaknya.
Ini adalah pelajaran yang sangat mahal tentang berbakti pada orang tua, di zaman yang sudah dekat kiamat ini betapa banyak anak yang durhaka.
Ya Allah Rabb kami, Anugerahkan pada kami keridhoan ibu kami dan berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepadanya.
Semoga yang ikut membagikan tausiyah ini, semua dosanya diampuni Allah, diangkat derajatnya, dikabulkan segala hajatnya dan dikaruniai pasangan yang sakinah serta anak-anak yang shaleh / shalehah, Aamiin.
*) Pesan ini beredar di group WhatsApp tanpa mencatumkan sumber
loading...
0 Response to "Di Indonesia, Anak Tuntut Ibunya Karena Uang. Di Arab, Anak Rebutan Hak Asuh Ibunya di PengadilaN"
Post a Comment