Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Kisah Nyata Inilah Cinta Seorang Anak Kecil Kepada RASULULLAH S.A.W Yang Sangat Mengharukan Sekali., yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Kisah Nyata Inilah Cinta Seorang Anak Kecil Kepada RASULULLAH S.A.W Yang Sangat Mengharukan Sekali. kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Kisah Nyata Inilah Cinta Seorang Anak Kecil Kepada RASULULLAH S.A.W Yang Sangat Mengharukan Sekali. mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
( pengarang maulid Dibai), dikala waktu sang imam ingin ziarah ke Magam
Rasulullah SAW dari kota Yaman ke kota Madinah bersama para sahabatnya dan jammaahnya. Ada seorang anak kecil yang
ingin sekali melihat Magam Rasulullah SAW,
Al Imam menanyakan kepada salah satu sahabatnya.
”Ini anak siapa? Apa yang ingin ia lakukan?”
Dan salah satu sahabatnya mengatakan ”Ia ingin ikut perjalanan kita, Ya Imam.”
Lalu Al Imam itu menjawab, ;
“Tidak boleh karena perjalanan ini sangat
jauh dari kota Yaman sampai Madinah
menepuh jarak 4 sampai 1 minggu perjalanan itu pun naik kuda.”
Lalu anak itu pergi karana tidak di izinkan oleh Al Imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul Rahman bin Ali bin Muhammad Al-Syaibani
al-Yamani al-Zabidi al- Syafie. Tapi waktu
dalam perjalanan menuju kota Madinah anak itu diam-diam ikut dan meyusur masuk ke bawah kereta kuda Al Imam
tersebut, ia hanya bergantungan di antara
roda-roda kereta kuda tersebut. Dalam perjalanan ia tidak makam dan minum selama 1 minggu perjalanan kerana sangat ingin sekali melihat
Dan setelah satu minggu rombongan tersebut sampai di kota Madinah.
Tiba-tiba ada seorang sahabat yang berteriak
"Ya Allah ini anak kecil yang kemarin dilarang olehku untuk ikut bersama kita tetapi ia pun ikut bersama kita, kita tidak
melihat anak kecil ini selama perjalanan.
Kemudian anak kecil itupun terus berlari dan mengambil debu, meyirami debu kewajahnya sampai tidak bisa bernafas dan meninggal di kota Madinah ia pun belum sempat berziarah Makam Sayyidina
Muhammad SAW karena sangat bergembira sudah sampai ke kota Sang Nabi, lalu Al Imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul Rahman
bin Ali bin Muhammad al-Syaibani al-Yamani al-Zabidi al-Syafie pun menangis melihat anak kecil ini yang sangat mencintai Rasulullah SAW. Lalu di sepakati oleh
rombongan dan Imam untuk menguburkan anak itu di kota madinah, lalu berbeberapa hari Al Iimam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul
Rahman bin Ali bin Muhammad al-Syaibani
al-Yamani al-Zabidi al-Syafie di kota Madinah dan sempat menziarahi magam
anak kecil tersebut ia melihat magam tersebut bergeser mendekati Magam Sayyidina Muhammad SAW .
SAMPAI SEKARANG MAKAM TERSEBUT MASIH ADA DAN MAGAM TERSEBUT ADA DI SEBERANG MASJID NABAWI.
Al imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul
Rahman bin Ali bin Muhammad al-Syaibani
al-Yamani al-Zabidi al-Syafie pun menagis di dalam rumahnya
“Aku ini adalah seorang
imam tapi aku malu melihat kecintaan seorang anak yang sangat mencintai
Rasulullah SAW. Dan sang Imam pun
menulis riwayat perjalanan anak kecil tersebut di Maulidnya.
*Jikalau anak sekecil itu sudah mampu mencintai Rasulnya dengan sepenuh-penuh hati sehingga sanggup mempertaruhkan
nyawanya sendiri...Tapi bagaimana dengan kita??
Kerasnya hati kita ini
sehingga Usia kita yang sudah dewasa beginipun kita masih kurang mampu untuk memupuk rasa cinta dengan sepenuh hati kepada Rasul kita Muhammad S.A.W
Wallahualam.
0 Response to "Kisah Nyata Inilah Cinta Seorang Anak Kecil Kepada RASULULLAH S.A.W Yang Sangat Mengharukan Sekali."
Post a Comment