Merinding! Santri Ini Tewas Terbakar Setelah Sampaikan Surat kepada Orangtua, Ini Pesan Terakhirnya

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Merinding! Santri Ini Tewas Terbakar Setelah Sampaikan Surat kepada Orangtua, Ini Pesan Terakhirnya, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Merinding! Santri Ini Tewas Terbakar Setelah Sampaikan Surat kepada Orangtua, Ini Pesan Terakhirnya kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Merinding! Santri Ini Tewas Terbakar Setelah Sampaikan Surat kepada Orangtua, Ini Pesan Terakhirnya mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Tak kurang 24 jam selepas menyampaikan surat kepada kedua orangtuanya, bocah 11 tahun meninggal dunia.



Bocah laki-laki ini bernama Amiel Asyraf Abdul Rashid, satu di antara santri yang menjadi korban kebakaran pesantren Tahfiz Darul-Quran Ittifiqayah di Malaysia, Kamis (14/9/2017).

Amiel tewas bersama 21 temannya dan dua perawat di pondok pesantren tersebut.

Setelah kejadian, orangtua Amiel menunjukkan fakta mengejutkan kepada media soal anaknya.



Orangtua Amiel menunjukan isi surat yang terakhir buah hatinya tulis untuk mereka.

Bocah 11 tahun itu memberikan surat ini Rabu (13/9/2017) atau tak kurang dari 24 jam sebelum kejadian nahas itu terjadi.
Isi surat itu berisi permemohonan maaf dan luapan rasa sayang Amiel kepada ibu bapaknya.

Amiel mengucapkan terima kasih kepada orangtua yang selama ini dengan sabar menjaganya.

Bahkan anak ini berterus terang dan mengakui bahwa dia mau masuk ke pondok pesantren tak lain karena ingin membalas budi dua orangtanya.

Amiel mengungkapkan bahwa dengan masuk pondok ia harap dapat membantu ibu bapaknya masuk ke surga.

(Mstar)
(Mstar) ()
Seperti dilansir Tribunstyle.com dari Mstar.com, Kamis (14/9/2017), Ibu Amiel, Norhayati Khalid, 42 menunjukkan surat itu kepada awak media di Hospital Kuala Lumpur.

“Amiel Asyraf menjadi mangsa kejadian itu kerana katilnya terletak di tengah bilik asrama.

Sebelum ini anak saya bersekolah di Kelantan, tetapi saya pindahkan dia ke sini supaya lebih dekat dengan keluarga,” katanya.

Amiel dan gurunya ditemukan di dalam bilik asrama dalam keadaan rentung dan bertindih ketika beberapa santri menyalamtkan diri dengan memanjat tembok.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Merinding! Santri Ini Tewas Terbakar Setelah Sampaikan Surat kepada Orangtua, Ini Pesan Terakhirnya"

Post a Comment