Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Orang yang Sedang Menghadapi Maut Sering Kita Ketahui Selalu Menghadap ke Atas, Mengapa? Ini Penjelasan Islam..., yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Orang yang Sedang Menghadapi Maut Sering Kita Ketahui Selalu Menghadap ke Atas, Mengapa? Ini Penjelasan Islam... kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Orang yang Sedang Menghadapi Maut Sering Kita Ketahui Selalu Menghadap ke Atas, Mengapa? Ini Penjelasan Islam... mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
Orang yang Sedang Menghadapi Maut Sering Kita Ketahui Selalu Menghadap ke Atas, Mengapa? Ini Penjelasan Islam...
Para malaikat duduk mengelilingi orang beriman tadi sejauh mata memandang.
Maka, perhatikan orang yg akan meninggal dunia, apabila dalam keadaan sakit dia tdk melihat ke kanan, atau ke kiri apalagi ke bawah. Tapi dia menatap ke atas, ke depan. Karena pada dasarnya malaikat itu hadir. Ada.
Ketika kita sedang mengkondisikan orang yg sedang sakaratul maut, orang lain yg sedang nangis entah pihak keluarga atau kerabat diminta untuk pergi menjauhi si sakaratul maut tadi. Jangan mengganggu orang yg sakaratul maut. Orang yg terlalu sedih jangan ngomong tentang kesedihan kecuali tentang kebaikan. “Duh ibu ini susah meninggalnya,” misalnya seperti itu. Ini tidak diperbolehkan.
Rasulullah Saw pernah berkata jangan bicara kecuali yg baik.Para malaikat itu mengaminkan apa yang kalian katakan.
Orang yang sakaratul maut sudah tidak ingin apa-apa. “Pak ini ada uang segepok.”
Si sakaratul maut itu tidak akan gubris.
“Pak baju ini buat bapak.”
Si sakaratul maut tadi tidak melihat.
Benarlah itu tanda sakaratul maut karena dunia itu rasanya sudah hambar. Maka yang kita lakukan adalah tenangkan, talkin. Ia melihat peristiwa besar, jangan paksakan untuk memahami kita. “Ajarilah orang (menjelang/sesudah) wafat di antara kamu dgn kalimat:
“لا إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ” (tidak ada tuhan kecuali Allah)”. (HR. Muslim).
Jika setelah itu si sakaratul maut tadi mengucapkan sesuatu, seperti “Air, haus, mau minum,” talkin kembali sehingga ia mengucapkan kalimat Lailaha illallah sampai itu menjadi kalimat terakhirnya. Mohon kepada Allah agar dicabut nyawa dalam keadaan baik.
Kembali, setelah para malaikat duduk mengelilingi sang mukmin sepanjang mata memandang. Lalu, datanglah Malaikat Maut duduk tak jauh dari kepala sanga mukmin. Malaikat Maut bertutur, “Wahai jiwa yg tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.”
Lalu, keluarlah jiwa sang mukmin dari jasadnya layaknya keluarnya tetesan air dari bibir tempat air.
Lalu Malaikat Maut mengambilnya. Bila Malaikat Maut sudah mengambil ruhnya maka malaikat lainnya tak biarkan ruh itu berada di tangan Malaikat Maut sekejap mata pun hingga mereka mengambilnya. Mereka meletakkannya ke kafan beserta wewangian dari surga tadi. Ruh itu keluar dengan aroma yang wangi. Mereka membawanya naik ke atas. Setiap kali mereka melewati para malaikat, mereka ditanya, “Siapakah ruh yang baik ini?”
Malaikat-malaikat yg membawa ruh itu mengatakan, “Ini ruh Fulan bin Fulan,” untuk menyebut panggilan terbaiknya ketika di dunia.
Hingga para malaikat sampai ke langit. Mereka memohon agar pintu langit dibuka, maka dibukakanlah bagi mereka lalu diiringi oleh para malaikat dari seluruh penjuru langit hingga ke langit selanjutnya, hingga akhirnya ke langit yang ketujuh.
Lalu Allah Swt. berfirman, “Tulislah catatan amal hambaKu di ‘Illiyyin, serta kembalikan ia ke bumi; karena sesungguhnya Aku menciptakan mereka (manusia) dari bumi (tanah), kepadanya juga akan Kukembalikan, dan dari sana akan Kukeluarkan mereka pada waktu yang lain.”
Semoga kita semua meninggal dalam keadaan husnul khatimah.
Sumber : sumber-pengetahuan .com
loading...
0 Response to "Orang yang Sedang Menghadapi Maut Sering Kita Ketahui Selalu Menghadap ke Atas, Mengapa? Ini Penjelasan Islam..."
Post a Comment