Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Sekjen PAN Nilai Peta Politik Pilkada Jabar Masih Cair, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Sekjen PAN Nilai Peta Politik Pilkada Jabar Masih Cair kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Sekjen PAN Nilai Peta Politik Pilkada Jabar Masih Cair mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
Penilaian tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno dalam perbincangannya dengan CNNIndonesia.com, Jumat (1/9). Agen Casino Terbaik
“Konstelasinya masih sangat cair. Belum terjadi polarisasi yang menguat dukungan parpol terhadap satu dua calon,” katanya. Agen Poker Indonesia Terbesar
Ia memaparkan, Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara kepartaian sudah mampu mengusung calon.
“Dari aspek dukungan masih perlu diuji. Dedy Mizwar sangat populer (di Jawa Barat), Ahmad syaikhu sangat populer di Bekasi. Tetapi itu merepresentasikan kecil di Jawa Barat,” katanya menjelaskan.
Sementara Deddy Mulyadi, Eddy justru merasa ada keanehan. Sebab, sebagai bupati Purwakarta dan juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar, Deddy masih belum mendapatkan semacam surat jalan dari partainya sendiri.
“Saya pribadi membacanya, dukungan Golkar belum turun ada apa? Apa masih mempertimbangkan kader lainnya? Ataukah masih meneunggu pasangan untuk Deddy Mulyadi. Mestinya SK (Surat Keputusan) turun segera, kira-kira apa pertimbangannya,” katanya mengungkapkan.
Sedangkan untuk Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, ia menambahkan, jika melihat dukungan parpol masih jauh dari kata cukup. Namun, ia mengamini jika elektabilitas Ridwan Kamil masih yang tertinggi saat ini.
Mengenai sikap Wali Kota Bogor Bima Arya yang menolak dicalonkan pada Pilkada Jabar 2018, Eddy mengaku sangat menghargai sikap rekannya itu. Sebab, pilihan politik Bima Arya tersebut untuk kepentinga kota Bogor
“Kita hormati pilihan politik Bima Arya akan berkiprah untuk kemajuan Kota Bogor. Apa ynag dilakukan Bima cukup baik terhadap perkembangan Kota Bogor. Masih banyak yang belum diselesaikan,” ujarnya.
Eddy memastikan, PAN akan terus melakukan komunikasi dengan parpol lainnya demi dapat mengusung kadernya sendiri. Apalagi, ia mengungkapkan, PAN masih memiliki kader lainya yang bisa diusung pada Pilkada Jabar 2018, yakni Dessy Ratnasari.
“Di survei Dessy tertinggi. Ini survei dari luar bukan dari internal,” katanya menegaskan.
#Sumber
0 Response to "Sekjen PAN Nilai Peta Politik Pilkada Jabar Masih Cair"
Post a Comment