Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Atas Deklarasi Balfour, PM Palestina Tuntut Inggris Minta Maaf, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Atas Deklarasi Balfour, PM Palestina Tuntut Inggris Minta Maaf kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Atas Deklarasi Balfour, PM Palestina Tuntut Inggris Minta Maaf mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
RAMALLAH, LAMPUNGUPDATE.COM – Menjelang peringatan 100 tahun Deklarasi Balfour, Perdana Menteri (PM) Palestina, Rami Hamdallah, menuntut Pemerintah Inggris untuk meminta maaf atas deklarasi yang menjanjikan negara Yahudi di wilayah Palestina yang dikenal dengan nama Deklarasi Balfour itu.
"Perayaan tersebut merupakan tantangan bagi opini publik internasional, yang mendukung perjuangan nasional Palestina," kata Hamdallah, sebagaimana dikutip dari Middle East Online, Senin.
Hamdallah mengatakan, Deklarasi Balfour, yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur Balfour, saat Palestina masih menjadi protektorat Inggris adalah sebuah "ketidakadilan historis" terhadap rakyat Palestina.
Dia juga mengatakan bahwa Inggris seharusnya tidak merayakan deklarasi tersebut, mengacu pada makan malam di London yang akan dihadiri oleh PM Israel Benjamin Netanyahu dan PM Inggris Theresa May untuk menandai pentingnya deklarasi tersebut dalam pembentukan Israel pada 1948.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan anggota pemerintahannya sebelumnya telah mengklaim bahwa mereka siap untuk menuntut Pemerintah Inggris atas Deklarasi Balfour. Pemerintah Palestina menilai deklarasi tersebut telah menyebabkan eksodus sekira 700 ribu waga Palestina pada 1948. Belum jelas kapan langkah konkret terkait tuntutan itu akan dilakukan. (*)
0 Response to "Atas Deklarasi Balfour, PM Palestina Tuntut Inggris Minta Maaf"
Post a Comment