BKSDA Bengkulu-Lampung Identifikasi Habitat Rafflesia Bengkuluensis

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang BKSDA Bengkulu-Lampung Identifikasi Habitat Rafflesia Bengkuluensis, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai BKSDA Bengkulu-Lampung Identifikasi Habitat Rafflesia Bengkuluensis kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan BKSDA Bengkulu-Lampung Identifikasi Habitat Rafflesia Bengkuluensis mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.


BENGKULU, LAMPUNGUPDATE.COM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung memetakan habitat flora langka Rafflesia bengkuluensis yang tumbuh di wilayah perkebunan masyarakat di Desa Manau IX Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi kebun kopi.

"Saat ini tim sudah turun ke lapangan untuk memetakan habitat bunga jenis Rafflesia bengkuluensis yang merupakan jenis rafflesia yang terakhir teridentifikasi,” kata Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Abu Bakar Cekmat, di Bengkulu, Senin.

Menurut Abu Bakar Cekmat, kondisi ini membuat ancaman terhadap keberlanjutan hidup bunga langka itu tinggi sehingga BKSDA Bengkulu-Lampung merencanakan menjadikan habitat flora itu sebagai kawasan konservasi.

“Kami sudah komunikasikan dengan Bupati Kaur untuk menjadikan wilayah itu sebagai kawasan konservasi berupa taman wisata alam,” ujarnya.

Abu menambahkan, ada dua lokasi habitat Rafflesia bengkuluensis yang ditemukan di wilayah Kabupaten Kaur. Kondisi kedua titik habitat itu rutin dipantau oleh kelompok masyarakat peduli puspa langka yang digagas sekelompok pemuda Desa Manau IX.

“Kami berharap habitat bunga ini menjadi kawasan dilindungi karena tempat tumbuh saat ini masuk dalam wilayah kebun kopi warga,” kata Koordinator Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka, Noprianto.

Ia mengatakan, ada empat lokasi habitat bunga Rafflesia bengkuluensis yang rutin dipantau komunitas itu dan seluruhnya berada di wilayah kebun masyarakat. Rafflesia bengkuluensis adalah satu dari empat jenis rafflesia yang sudah teridentifikasi di hutan Bengkulu, selain jenis Rafflesia arnoldii, Rafflesia hasselti dan Rafflesia gadutensis.

Jenis bengkuluensis teridentifikasi pada 2005 oleh peneliti dari Universitas Bengkulu, Agus Susatya, berkolaborasi dengan peneliti asal Malaysia, Arianto dan Mat Salleh. Ketiga peneliti ini memberikan nama kedua bengkuluensis untuk menghormati Bengkulu sebagai lokasi pertama kali jenis ini dideskripsikan.

Rafflesia bengkuluensis memiliki diameter 50-55 centimeter dengan sebaran geografis terbatas di lembah Talang Tais atau di wilayah daerah aliran Sungai Tais, yang terletak di sebelah barat laut Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BKSDA Bengkulu-Lampung Identifikasi Habitat Rafflesia Bengkuluensis"

Post a Comment