Gubernur Ridho: Aparat Keamanan Harus Tingkatkan Deteksi Dini Potensi Konflik

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Gubernur Ridho: Aparat Keamanan Harus Tingkatkan Deteksi Dini Potensi Konflik, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Gubernur Ridho: Aparat Keamanan Harus Tingkatkan Deteksi Dini Potensi Konflik kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Gubernur Ridho: Aparat Keamanan Harus Tingkatkan Deteksi Dini Potensi Konflik mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo

LAMPUNG, LAMPUNGUPDATE.COM - Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, meminta aparat pemerintah dan keamanan meningkatkan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial.

"Dalam menangani konflik sosial, kuncinya peringatan dan deteksi dini," kata Ridho Ficardo, di Bandarlampung, Rabu.

Di Lampung, kata dia, masih sering terjadi konflik sosial. "Kunci menyelesaikannya, berada di aparatur dalam melakukan deteksi, ketegasan, kehadiran di lapangan tepat waktu, dan dukungan aparat keamanan," katanya.

Menurut Gubernur, konflik sosial ini harus dikendalikan karena berdampak negatif yakni investasi berkurang dan pembangunan terhambat.

"Ada keterkaitan erat antara keamanan dan kesejahteraan. Untuk itu dibutuhkan kesatuan dan sinergitas antaraparatur negara," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya menekan dan menyelesaikan masalah konflik sosial.


Provinsi Lampung, jelas dia, mendapat pengakuan nasional dalam menangani konflik sosial. Penyelesaian konflik ini bukan karena tidak ada masalah yang terjadi, namun seberapa tangkas pemerintah daerah menanganinya.

Gubernur menjelaskan melalui Badan Kesbangpol telah mengumpulkan camat, kapolsek, danramil dalam mendukung wilayah rawan.

"Bupati harus memberikan dukungan seperti menempatkan camat sesuai pertimbangan permasalahan. Alhamdulillah semuanya berjalan solid. Semua perhitungan dilakukan rinci guna menangani masalah konflik," ujar Ridho.

Kepala Biro Pengkajian dan Strategi Staf Operasi Polri (Sops) Mabes Polri, Brigjen Jati Wiyono, mengatakan pihaknya tengah melakukan kajian daerah rawan kejahatan konvensional dan transnasional yang merugikan kekayaan negara, serta berimplikasi konflik sosial dan masalah perbatasan.

"Apa yang dilakukan Gubernur Ridho merupakan kebijakan pengawasan dan antisipasi konflik yang dapat muncul. Hal ini juga upaya meningkatkan citra positif Lampung," ujar Jati Wiyono. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gubernur Ridho: Aparat Keamanan Harus Tingkatkan Deteksi Dini Potensi Konflik"

Post a Comment