Hari Sumpah Pemuda di Sumsel, Seruan Lawan Radikalisme Bergema

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Hari Sumpah Pemuda di Sumsel, Seruan Lawan Radikalisme Bergema, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Hari Sumpah Pemuda di Sumsel, Seruan Lawan Radikalisme Bergema kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Hari Sumpah Pemuda di Sumsel, Seruan Lawan Radikalisme Bergema mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.


SUMSEL, LAMPUNGUPDATE.COM - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, ajakan untuk melawan radikalisme di Indonesia bergema di Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi dan Sivitas Akademika Melawan Radikalisme se-Sumatera Selatan, di Griya Agung Palembang, Sabtu (28/10/2017).

Acara yang dihadiri Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi itu, ditandai dengan pernyataan sikap dan orasi kebhinekaan oleh perwakilan dosen dan mahasiwa dari berbagai daerah di 'Kota Empek-empek" ini dengan disaksikan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain, serta undangan lain.

"Orasi kebhinekaan ini secara nasional dilakukan ribuan guru besar/profesor, doktor, dan magister pimpinan perguruan tinggi. Sementara, deklarasi kebangsaan dilakukan 4,5 juta mahasiswa dari 3.000 lebih perguruan tinggi di 350 kabupaten/kota di 34 provinsi, termasuk di Provinsi Sumatera Selatan," jelas Menhub.

Budi menyatakan, radikalisme perlu dilawan bersama-sama. Keberadaannya jangan biarkan berkembang di negara yang menjunjung tinggi kebhinekaan dan nilai-nilai Pancasila.

"Masyarakat Indonesia jangan sampai dirusak kelompok-kelompok yang mengembangkan gerakan radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila," tegasnya. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hari Sumpah Pemuda di Sumsel, Seruan Lawan Radikalisme Bergema"

Post a Comment