Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang ILO: Kematian 47 Pekerja Pabrik Petasan di Tangerang Jadi Perhatian, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai ILO: Kematian 47 Pekerja Pabrik Petasan di Tangerang Jadi Perhatian kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan ILO: Kematian 47 Pekerja Pabrik Petasan di Tangerang Jadi Perhatian mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
JAKARTA, LAMPUNGUPDATE.COM - Insiden kematian sekitar 47 orang akibat terbakarnya pabrik petasan di Tangerang, Banten, Kamis kemarin, diserukan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menjadi perhatian.
"ILO akan terus menjalin kerja sama dengan para konstituen tripartitnya, pemerintah, organisasi pekerja dan pengusaha untuk mengeksplorasi bagaimana sebaiknya meningkatkan tindakan keselamatan guna mencegah insiden serupa di masa mendatang," kata Direktur ILO di Indonesia, Michiko Miyamoto, mengomentari insiden itu, dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat.
ILO menyatakan, insiden itu merupakan peringatan terhadap kondisi kerja yang tidak aman yang masih banyak terjadi dan dihadapi. Menurut perkiraan ILO terbaru, lebih dari 1,8 juta kematian akibat kerja terjadi setiap tahunnya di kawasan Asia dan Pasifik. Bahkan dua pertiga kematian akibat kerja di dunia terjadi di Asia.
Menurut ILO, tragedi-tragedi serupa bukanlah hal baru di kawasan ini dan membutuhkan aksi untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
ILO saat ini mendukung Pemerintah Indonesia dan para mitra sosialnya untuk mengadaptasi peraturan dan kebijakan K3 yang sejalan dengan Kerangka Kerja ILO untuk Konvensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Konvensi No. 187) yang diratifikasi oleh Indonesia pada Agustus 2015.
Kesepakatan internasional ini, salah satu pilar pendekatan sistematis ILO untuk K3, mendefinisikan lingkungan kerja yang aman dan sehat sebagai hak dan menjabarkan bagaimana sistem dan program nasional harus dirancang agar dapat mempromosikan peningkatan K3 secara berkelanjutan.
ILO mendorong pelaksanaan tindakan-tindakan keselamatan tempat kerja untuk meningkatkan perlindungan terhadap kesehatan dan kehidupan semua pekerja dari bahaya dasar yang signifikan seperti kebakaran dan memperbaharui komitmennya untuk mendorong upaya negara-negara anggota memperkuat kapasitas mereka mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
ILO menyatakan rasa belasungkawa kepada keluarga para korban dan menyampaikan rasa simpati kepada mereka yang cedera. (*)
0 Response to "ILO: Kematian 47 Pekerja Pabrik Petasan di Tangerang Jadi Perhatian"
Post a Comment