Ini Jumlah Alat Pantau Radiasi Nuklir yang Dibutuhkan Indonesia

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Ini Jumlah Alat Pantau Radiasi Nuklir yang Dibutuhkan Indonesia, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Ini Jumlah Alat Pantau Radiasi Nuklir yang Dibutuhkan Indonesia kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Ini Jumlah Alat Pantau Radiasi Nuklir yang Dibutuhkan Indonesia mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Jazi Eko Istyanto

JAKARTA, LAMPUNGUPDATE.COM - Saat ini, Indonesia membutuhkan setidaknya 126 alat pantau radiasi nuklir atau "Radiation Data Monitoring System" (RDMS).

"Setidaknya dibutuhkan 126 alat pantau radiasi nuklir yang dipasang di seluruh Indonesia," ujar Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Jazi Eko Istyanto, di Jakarta, Kamis.

Jazi Eko Istyanto menyatakan, pemasangan alat pantau radiasi nuklir tersebut sangat penting untuk mengantisipasi penyalahgunaan teknologi nuklir yang membahayakan manusia. Pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk pemasangan alat tersebut.

"Kami akan bekerja sama dengan BMKG karena sistem BMKG dalam mendeteksi gempa atas percobaan nuklir sudah cukup mumpuni. Makanya lebih baik mengoptimalkannya," jelas Jazi.

Sampai dengan saat ini, ujar dia, baru enam alat pantau radiasi nuklir yang terpasang di Pulau Jawa. Salah satunya ada di Istana Negara. Pihaknya menargetkan akan menambah enam RDMS lagi pada 2018.

"Kami akan menaruhnya di daerah-daerah perbatasan. Tentu saja kami ingin alat ini dipasang di banyak tempat, tapi masalahnya terkendala anggaran," katanya.

Ia mengatakan, melalui pemasangan alat pantau tersebut agar dampak negatif radiasi nuklir biasa dikurangi. "Alat itu akan memberikan peringatan apabila terjadi bahaya penyalahgunaan nuklir," ujarnya. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Jumlah Alat Pantau Radiasi Nuklir yang Dibutuhkan Indonesia"

Post a Comment