Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Lampung Kembali Raih Peringkat Pertama Nasional Penanganan Konflik, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Lampung Kembali Raih Peringkat Pertama Nasional Penanganan Konflik kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Lampung Kembali Raih Peringkat Pertama Nasional Penanganan Konflik mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
LAMPUNG, LAMPUNGUPDATE.COM - Provinsi Lampung kembali menempati peringkat pertama hasil evaluasi Rencana Aksi Daerah Penanganan Konflik Sosial Tahun 2017 periode B.08 (Agustus) Regional Sumatera dan Jawa. Peringkat pertama ini sebelumnya juga diraih Lampung pada periode B.04 atau April 2017.
Atas prestasi ini menambah catatan Lampung dalam pengakuan penanganan konflik. Pada 15 Maret 2017, Kementerian Dalam Negeri juga menempatkan Lampung di posisi atas dari 10 provinsi penanganan konflik sosial terbaik tahun 2016. Atas prestasi itu Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, memberikan sertifikat kepada Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo.
"Keberhasilan yang dicapai ini berkat bimbingan Pak Gubernur Muhammad Ridho Ficardo dan kerja sama yang baik stakeholder dan bantuan seluruh lapisan masyarakat Lampung," ujar Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Lampung, Irwan Sihar Marpaung, dalam keterangannya Sabtu.
Pengumuman itu disampaikan pada rapat evaluasi rencana aksi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tingkat Provinsi se-Sumatera dan Jawa yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri, dan dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, Jumat.
Irwan menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung mendapat nilai tertinggi di Regional Sumatera dan Jawa karena administrasi laporan berjalan tertib dan tepat waktu. "Selain itu, penanganan konflik secara langsung dapat diantisipasi dengan cepat oleh aparat keamanan TNI dan Polri serta dukungan masyarakat yang menginginkan suasana aman damai di Lampung," jelas Irwan.
Provinsi Lampung berada di posisi teratas dengan meraih nilai 79,74% naik dari capaian sebelumnya (B.04/April) 72,10%. Di posisi kedua ditempati Jawa Timur (73,93%), DI Yogyakarta (61,53%), Jawa Tengah (60,47%), DKI Jakarta (52,93%), Aceh (47,90%), dan Sumatera Barat 44,03%), Jambi (44,03%), dan Jawa Barat (32,67%). Selanjutnya, Riau (31,21%), Bengkulu (28,58%), Bangka Belitung (26,50%), Sumatera Selatan (11,77%), Sumatera Utara (6,67%), dan Banten (1,13%).
Penilaian ini ada satu tahapan penilaian lagi, yakni B.12 Desember nanti. Hasilnya akan diumumkan pada 2018 pada acara Rakornas Tim terpadu penanganan konflik sosial sekaligus pemberian penghargaan kepada 10 kepala daerah provinsi terbaik dalam penanganan konflik sosial yang dihadiri Presiden atau Mendagri.
“Kami menargetkan Lampung tetap di posisi pertama seperti tahun lalu, meskipun mempertahankan itu jauh lebih sulit," imbuh Irwan Marpaung. (*)
0 Response to "Lampung Kembali Raih Peringkat Pertama Nasional Penanganan Konflik"
Post a Comment