Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Pemprov Latih Tenaga Kerja Berbagai Latar Belakang di Lampung, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Pemprov Latih Tenaga Kerja Berbagai Latar Belakang di Lampung kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Pemprov Latih Tenaga Kerja Berbagai Latar Belakang di Lampung mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
LAMPUNG, LAMPUNGUPDATE.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Kementerian Tenaga Kerja membuat terobosan dengan melatih dan mensertifikasi tenaga kerja dari berbagai latar belakang di "Sang Bumi Ruwa Jurai".
"Di Lampung ternyata banyak tenaga kerja yang tidak lulus SD, dan penyandang disabilitas. Kita tidak bisa membiarkan mereka tak punya keterampilan," kata Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, dalam keterangannya diterima Selasa.
Menurut Gubernur Ridho, program yang melibatkan tenaga kerja berlatar belakang SD dan tidak sekolah ini baru dilaksanakan 2017. Mereka yang dilatih berlatar belakang pendidikan SD hingga SLTA. Bahkan yang tidak tidak tamat SD hingga penyandang disabilitas. Hingga 13 Oktober 2017, jumlah peserta yang dilatih mencapai 1.440 tenaga kerja.
Melihat realita itu, Gubernur Ridho meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait membuat program agar jangan hanya tamatan SMA dan SMK yang mendapat pelatihan. Maka, lahirlah program Lampung Kompeten bekerja sama dengan Badan Standar Nasional (BSN) yang membidik para pekerja dengan sistem vokasional. "Alhamdulillah mulai 2017, pelatihan bisa melibatkan tenaga kerja mulai lulusan SD bahkan yang tak tamat SD," kata Ridho.
Sasaran program ini, jelas dia, menciptakan lapangan kerja dalam rangka mengurangi pengangguran, menyediakan tenaga kerja kompeten dan mampu bersaing di bursa kerja. Kebijakan ini, sekaligus mengimplementasikan amanat UU Ketenagakerjaan yang mengharuskan 1% dari total tenaga kerja di perusahaan adalah penyandang disabilitas.
"Ini adalah bentuk investasi sosial pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia," ujar Gubernur.
Gubernur mengakui program Lampung Kompeten ini masih terus diperbaiki. Untuk itu, dia meminta agar empat Balai Latihan Kerja (BLK) dapat optimal meningkatkan mutu tenaga kerja. Saat ini, di Lampung terdapat empat BLK yakni BLK Bandar Lampung, BLK Metro, BLK Kalianda, dan BLK Way Abung.
Keempat BLK tersebut memberi aneka pelatihan seperti las listrik, otomotif, menjahit, servis AC, perhotelan, teknologi informasi, dan servis HP. Kemudian, pertanian, perikanan, dan pertukangan.
"Kita ingin sebanyak mungkin tenaga kerja tersertifikasi agar memiliki standar, mengingat persaingan makin tajam terlebih dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean," jelas Gubernur Ridho.
Program pelatihan ini, menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sumiarti Somad, masih berlangsung dan ditargetkan rampung akhir 2017. Dari empat BLK yang ditunjuk melaksanakan pelatihan itu, 46 paket berlangsung di BLK Bandarlampung, BLK Metro (47 paket), BLK Kalianda (22 paket), dan BLK Way Abung sebanyak 38 paket.
"Kami berupaya agar semua paket dapat terlaksana hingga akhir tahun agar makin banyak tenaga kerja terampil," harap Sumiarti. (*)
0 Response to "Pemprov Latih Tenaga Kerja Berbagai Latar Belakang di Lampung"
Post a Comment