Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Supaya Tertata, Palembang Minimalkan Kawasan Kumuh, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Supaya Tertata, Palembang Minimalkan Kawasan Kumuh kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Supaya Tertata, Palembang Minimalkan Kawasan Kumuh mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
SUMSEL, LAMPUNGUPDATE.COM - Untuk meminimalkan jumlah kawasan kumuh, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, terus berupaya menatanya. Di kota itu saat ini tercatatat sekitar 57 kawasan kumuh tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah tersebut.
"Kami sedang menata beberapa kawasan kumuh, seperti di Kawasan Sekojo melalui Program Kotaku atau Kota Tanpa Kumuh," kata Sekda Palembang, Harobin Mastofa, di Palembang, Senin.
Program penataan kawasan kumuh di kota yang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, kata Sekda, secara bertahap akan terus dilakukan. Sehingga bisa mewujudkan "Bumi Sriwijaya" ini menjadi kota yang layak huni, nyaman dan indah.
Harobin menjelaskan, untuk membenahi kawasan kumuh tersebut, program Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku yang dijalankan beberapa tahun terakhir akan lebih digalakkan lagi sesuai dengan kondisi keuangan daerah.
Melalui Program Kotaku, kawasan kumuh yang tersebar hampir di seluruh wilayah kecamatan di kota itu secara bertahap dibenahi serta diperindah dengan penanaman pohon pelindung dan buah-buahan.
Menurutnya, pembenahan kawasan kumuh menjadi perhatian pihaknya dan program tersebut diharapkan berjalan sesuai rencana sehingga sebelum pelaksanaan pesta olahraga negara kawasan Asia itu tidak ada lagi kawasan kumuh di kota pempek itu.
Untuk membenahi kawasan kumuh dengan kondisi keuangan yang terbatas maka dilakukan secara bertahap dan dipilih kawasan yang prioritas atau perlu mendapat penanganan segera.
Di samping melakukan pembenahan kawasan kumuh, untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Asian Games, pihaknya juga berupaya melakukan pembenahan masalah sanitasi perkotaan seperti pengelolaan air limbah. (*)
0 Response to "Supaya Tertata, Palembang Minimalkan Kawasan Kumuh"
Post a Comment