Viral Video Anak Makan Cacing Hidup-hidup, Ternyata Ada Fakta Menarik di Balik Aksinya

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Viral Video Anak Makan Cacing Hidup-hidup, Ternyata Ada Fakta Menarik di Balik Aksinya, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Viral Video Anak Makan Cacing Hidup-hidup, Ternyata Ada Fakta Menarik di Balik Aksinya kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Viral Video Anak Makan Cacing Hidup-hidup, Ternyata Ada Fakta Menarik di Balik Aksinya mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Biasanya para orangtua akan memberikan makan anaknya dengan makanan yang bergizi dan lazim.

Namun belakangan viral sebuah video memperlihatkan seorang ibu yang memberikan makanan anaknya berupa cacing hidup-hidup.

Video tersebut dibagikan oleh Deri Lioni, Sabtu (18/2/2017) di akun Facebooknya.

Dalam video itu tampak seorang anak kecil yang makan dengan lahap semangkuk cacing hidup-hidup di depannya.

Tak disangka, video itu secara cepat viral di media sosial dengan jumlah share mencapai 15 ribu kali dalam dua hari.

Pada kolom komentar juga sudah dipenuhi, hingga ribuan komentar.

Beberapa netizen pun lantas mengirimkan komentar dan merasa khawatir dengan nasib sang anak.

Ada yang berkomentar, bagaimana jika cacing tersebut hidup di dalam perut si anak?

Di antara pengguna Facebook yang berkomentar juga ada yang bertanya-tanya mengapa sang ibu tega memberikan makan anaknya dengan cacing hidup-hidup.

Banyak juga yang merasa jijik, melihat cacing dimakan hidup-hidup.

Tetapi setelah melihat caption atau keterangan video yang dibuat sang ibu, mungkin bisa menjadi pencerahan.

Nyale ala Azali,” tulis Deri Lioni sebagai pelengkap video.

Ternyata makan cacing nyale hidup-hidup merupakan salah satu budaya atau tradisi yang populer di Pulau Lombok.
Mengutip dari www.sarihusada.co.id, cacing nyale di Pulau Lombok dapat diolah menjadi makanan yang lezat seperti dimasak kuah santan, nyale pepes atau lipit, sambal goreng nyale, dan sebagai penyedap atau mansin.

Disebut dalam laman tersebut, nyale memiliki kandungan gizi yang tinggi dan bisa berfungsi sebagai antibiotik

Kandungan protein nyale yaitu 43,84 %.

Lebih tinggi bila dibandingkan dengan kerang bulu (Anadara indica) dan kerang hijau (Perna viridia) yang hanya 18,5 %, ataupun telur penyu laut dengan

kandungan protein 10,94 %.

Selain itu, cacing nyale bukan sekadar cacing laut bagi masyarakat suku sasak di Pulau Lombok.


Mereka meyakini bahwa Nyale merupakan penjelmaan dari seorang putri cantik yang bernama Putri Mandalika.

Sementara itu, mengutip Wikipedia.org, Nyale adalah sebuah pesta atau upacara yang dikenal dengan Bau Nyale.

Kata Bau berasal dari Bahasa Sasak yang berarti menangkap sedangkan kata Nyale berarti cacing laut yang hidup di lubang-lubang batu karang dibawah permukaan laut.

Bau Nyale merupakan sebuah acara perburuan cacing laut.

Acara ini diselenggarakan sekitar bulan Februari dan Maret.

Tempat penyelenggaraan upacara Bau Nyale ini ada di Pantai Seger, Kuta, terletak dibagian selatan Pulau Lombok.

Sedangkan, kembali lagi pada video yang viral di Facebook tersebut belum diketahui jenis cacing apa yang dimakan sang anak.

Begitupula belum ada tanggapan ahli kesehatan terkait video yang terlanjur viral tersebut.

Kendati demikian banyak pengguna Facebook yang berkomentar bahwa cacing nyale tidak berbahaya dan tidak akan hidup di dalam lambung.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Viral Video Anak Makan Cacing Hidup-hidup, Ternyata Ada Fakta Menarik di Balik Aksinya"

Post a Comment