Ditiap Kecamatan di Sumsel Ditargetkan BKKBN Kampung KB Terbentuk

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Ditiap Kecamatan di Sumsel Ditargetkan BKKBN Kampung KB Terbentuk, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Ditiap Kecamatan di Sumsel Ditargetkan BKKBN Kampung KB Terbentuk kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Ditiap Kecamatan di Sumsel Ditargetkan BKKBN Kampung KB Terbentuk mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.


SUMSEL, LAMPUNGUPDATE.COM - Ditiap-tiap kecamatan pada 2018 ditargetkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kampung KB telah terbentuk.

"Tinggal delapan kabupaten dari 17 kabupaten di Sumsel yang belum menuntaskan target tersebut. Hingga akhir tahun target ini terus digenjot, karena tahun depan targetnya beda lagi, yakni tiap kelurahan dan tahun 2019 bisa ada di tiap desa," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, Waspi, di Palembang, Minggu.

Menurut Waspi, target ini untuk mendongkrak jumlah aseptor dan menurunkan angka drop out lantaran kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan. Melalui program Kampung KB ini diketahui jumlah peserta KB baru dari pasangan usia subur melampaui target 104 persen pada 2016 di Sumsel.

"Artinya keinginan ber-KB itu sudah tinggi, tapi dalam pelaksanaannya masih banyak yang drop out karena kesulitan mengakses pelayanan. Namun dengan adanya Kampung KB ini maka masyarakat dapat mendapatkan layanan gratis yang rutin dilakukan," kata dia.

Ia mengatakan, melalui Kampung KB ini peserta program Keluarga Berencana akan didorong menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang, yakni implant dan spiral untuk mencegah potensi terjadinya kelalaian.

Upaya ini harus dilakukan terus menerus mengingat berdasarkan hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia diketahui bahwa TFR (jumlah kelahiran bayi dari wanita usia subur) di angka 2,8 (melewati dua orang tapi tidak mencapai angka tiga orang).

Capaian ini tidak menggembirakan mengingat angka 2,8 itu sudah dicapai pada satu dekade sebelumnya. Artinya, terjadi stagnasi pada program Kependudukan dan KB. Oleh karena itu, tidak heran kiranya Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menargetkan angka TFR pada 2017 telah menembus angka 2,3 secara nasional, sedangkan Sumsel ditargetkan 2,4.

Kampung KB sendiri dipandang sebagai miniatur pembangunan manusia berwawasan kependudukan yang sangat tepat dikembangkan di seluruh Indonesia hingga ke daerah perbatasan dan terisolir. (*)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ditiap Kecamatan di Sumsel Ditargetkan BKKBN Kampung KB Terbentuk"

Post a Comment