Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Gubernur Ridho Ajak Penyuluh Ikut Tingkatkan Daya Saing Lampung, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Gubernur Ridho Ajak Penyuluh Ikut Tingkatkan Daya Saing Lampung kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Gubernur Ridho Ajak Penyuluh Ikut Tingkatkan Daya Saing Lampung mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
LAMPUNG, LAMPUNGUPDATE.COM - Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, mengajak penyuluh ikut meningkatkan daya saing dengan membantu petani membangun usaha yang berdaya saing tinggi. Untuk itu, Pemprov Lampung juga mengalokasikan bantuan operasional kepada para penyuluh di provinsi ujung selatan Pulau Sumatera ini.
"Pemerintah Provinsi Lampung mendukung peran penyuluh dengan mengalokasikan Bantuan Operasional Penyuluh (BOP) kepada 1.800 penyuluh se-Lampung. Insya Allah pembagian BOP triwulan ketiga Juli-September keluar dalam waktu dekat,” kata Gubernur Ridho melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono, pada rapat teknis penyuluhan pertanian se-Provinsi Lampung di Aula Begadang Resto, Rabu.
Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kata Gubernur, lebih tepat diarahkan ke sektor pertanian. Pasalnya, lebih dari 55% penduduk Lampung bekerja sebagai pelaku utama yang di sektor pertanian. Lampung merupakan Provinsi di ujung selatan Sumatera yang posisinya strategis dengan luas wilayah 35.376,5 km2 dan menjadi salah satu provinsi agrobisnis di Indonesia.
Gubernur Ridho mengakui jumlah penyuluh pertanian di Provinsi Lampung masih kurang. Saat ini jumlah penyuluh 1.440, sedangkan jumlah desa dan kelurahan 2.640. Idealnya jumlah penyuluh pertanian 2.640 orang. Dengan demikian terdapat kekurangan jumlah penyuluh pertanian sebanyak 1.200 orang.
Pemprov terus mendukung penyuluh agar mampu mengembangkan usaha pertanian yang tangguh, bertani lebih baik (better farming), berusahatani lebih menguntungkan (better bussines), hidup lebih sejahtera (better living) dan lingkungan lebih sehat.
Pada kesempatan itu, Sutono yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (DPW Perhiptani) Provinsi Lampung itu, mengatakan Pemprov memberikan perhatian kepada pelaku pertanian untuk memajukan pertanian.
Di sisi lain, perwakilian Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan PSDM Pertanian, Kementerian Pertanian, Hasan Latuconsina, menjelaskan memiliki perogram perkuatan kelembagaan petani seperti kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan koorporasi petani. Pemerintah mengalokasikan anggaran penyuluhan Rp525,7 miliar.
"Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, program penyuluhan itu lebih memperkuat para petani di lapangan sehingga nantinya membesar menjadi koorporasi petani dengan harapan koorporasi ini akan membangun jejaring baik, dengan pihak swasta dan BUMN,” kata Hasan.
Kelembagaan pertanian di Lampung cukup bervariasi dan penting untuk soliditas penyuluh. “Sebenernya tidak sulit menggandeng pihak swasta, yang penting kemauan petani dan saling menguntungkan. Kemudian kita hubungkan dengan pihak BUMN. Pihak BUMN itu sebenarnya siap, tinggal bagaimana usaha petani, apakah menguntungkan atau tidak,” ujar Hasan. (*)
0 Response to "Gubernur Ridho Ajak Penyuluh Ikut Tingkatkan Daya Saing Lampung"
Post a Comment