Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Pemprov Lampung Kerja Sama Penelitian dan Riset dengan LIPI, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Pemprov Lampung Kerja Sama Penelitian dan Riset dengan LIPI kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Pemprov Lampung Kerja Sama Penelitian dan Riset dengan LIPI mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
LAMPUNG, LAMPUNGUPDATE.COM - Provinsi Lampung memiliki sumber daya alam yang dapat digunakan untuk penelitian dan riset. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menandatangani nota kesepahaman tentang penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, dan teknologi untuk peningkatan daya saing dan inovasi.
"Untuk memanfaatkannya, dibutuhkan teknologi dan inovasi melalui penelitian sehingga mampu membawa keberkahan bagi masyarakat Lampung," kata Sutono, pada Pekan Teknologi Mineral Balai Penelitian Teknologi Mineral LIPI di Ruang Abung, Balai Keratun, Kamis.
Sebuah riset, kata Sutono, dibutuhkan beberapa syarat seperti sumber daya manusia dan sarana prasarana. "Keterbatasan bukanlah kendala untuk berkarya, untuk berkarya dibutuhkan kerja sama agar menghasilkan kesuksesan. Suksesnya penelitian sebuah riset, manakala hasilnya mampu dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat," ucap Sutono.
Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong dan memberikan ruang bagi peneliti untuk menghasilkan terobosan baru. Harapannya mampu membahas hasil riset lebih lanjut untuk mempercepat hasil penelitian yang berguna, bermanfaat, dan mampu diaplikasikan di tengah masyarakat untuk meningkatkan daya saing, terutama di Provinsi Lampung.
"Gubernur Lampung, Muhammad Rodho Ficardo, juga mencanangkan program Lampung kompeten guna meningkatkan sumber daya manusia Lampung yang berkompeten. Saat ini, Lampung menunjukkan daya saing meningkat, dengan berada diposisi 14 dari 34 provinsi. Daya saing meningkat, menunjukkan bahwa daerah itu maju," jelas Sutono.
Menurut Deputi Bidang IPT LIPI, Laksana Tri Handoko, kegiatan ini merupakan kesempatan berharga bagi LIPI karena mampu bekerjasama dan hadir di Provinsi Lampung.
"Kami menekankan satuan kerja di suatu daerah agar bekerja dengan fokus dan kompeten sehingga mampu terasa di daerahnya. Kami juga terus meningkatkan infrastruktur sarana dan prasarana LIPI di Lampung sebagai bentuk perhatian LIPI pusat untuk meningkatkan lokasi BTPM," kata Tri Handoko.
Dia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan sinergi, memberikan umpan dan meningkatkan hasil penelitian. "Kegiatan ini sebagai wadah komunikasi untuk bekerjasama dan sinergi. Terimakasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan selama ini, semoga mampu bermanfaat," kata Tri.
Kepala Balai Penelitian Teknologi Mineral Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Drizal Fryantoni menjelaskan penelitian yang berjalan selama ini karena adanya dorongan dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung.
"harapannya penelitian ini mampu menghasilkan penelitian yang bermanfaat, terutama bagi Provinsi Lampung," harap Drizal.
Dalam acara tersebut diteken MoU antara Balai Penelitian Teknologi Mineral Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan konsorsium, yang terdiri dari Boron Neuron Capture Cancer Terapy, Pusat Sains Teknologi Atom-BATAN, Fakultas Vokasi Universitas Diponegoro, PT brata dan PT SEP terkait pengembangan teknologi BNCT atau Boron Neutron Capture Cancer Therapy yang merupakan terapi baru dalam penyembuhan kanker. Selain itu, diteken kerja saama Teknologi Mineral LIPI dan Fakultas kebumian dan energi Universitas Trisakti. (*)
0 Response to "Pemprov Lampung Kerja Sama Penelitian dan Riset dengan LIPI"
Post a Comment