Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Gubernur Lampung Ajak Bijak Bermedia Sosial dan Tak Sebar Hoax, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Gubernur Lampung Ajak Bijak Bermedia Sosial dan Tak Sebar Hoax kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Gubernur Lampung Ajak Bijak Bermedia Sosial dan Tak Sebar Hoax mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
| Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung, Achmad Chrisna Putra |
LAMPUNG, LAMPUNGUPDATE.COM - Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, banyak menyerap aspirasi pembangunan dari media sosial (medsos). Informasi itu ditindaklanjuti dalam bentuk pembangunan, seperti permintaan membangun jembatan gantung di Rulung Mulya, Natar dan Sidomulyo (Lampung Selatan), serta Pringsewu. Banyaknya aspirasi dari media sosial itu membuat Pak Gubernur menaikkan angka jalan mantap tahun ini dari 75 persen menjadi 77 persen.
"Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial sebagai wadah komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung, Achmad Chrisna Putra, mewakili Gubernur Lampung saat menjadi pembicara pada bimbingan teknis bertema 'Pelayanan informasi publik dan bijak bermedia sosial' yang diikuti ratusan mahasiswa se-Lampung, di Ruang Abung, Balai Kratun, Bandarlampung, Kamis.
Dia mengajak mahasiswa tidak memproduksi konten hoax di medsos. Selain menyesatkan, praktek hoax juga merugikan masyarakat. "Saya mengajak mahasiswa menjadi ujung tombak memberantas hoax. Jadikan media sosial sebagai alat membantu masyarakat menyebarkan informasi positif dan bermanfaat. Dengan bekal keilmuan yang mumpuni, saya yakin mahasiswa bisa bijak bermedia sosial," katanya.
Acara ini, kata Chrisna, merupakan lanjutan bimbingan teknis sebelumnya yang diikuti aparat kecamatan se-Lampung dan kelompok sadar wisata, di Hotel Nusantara, Bandar Lampung, pada 28-29 November 2017. Melalui rangkaian acara ini, Diskominfotik menargetkan sebanyak mungkin masyarakat memahami pentingnya pengetahuan bermedia yang baik dan benar.
"Jangan sampai media sosial jadi sumber perpecahan dan konflik. Kita ingin menjaga situasi kondusif Lampung, terutama dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah 2018," kata Chrisna yang juga mantan Plt Wali Kota Metro itu.
Pada kesempatan itu, dia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang bijak menggunakan media sosial untuk kepentingan masyarakat. Informasi seperti ini, kata dia, sangat membantu Pemerintah Provnsi Lampung sekaligus jadi alat kontrol pembangunan di lapangan. (*)
0 Response to "Gubernur Lampung Ajak Bijak Bermedia Sosial dan Tak Sebar Hoax"
Post a Comment