Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Jembatan Peninggalan Belanda di Desa Namorih Terancam Ambruk, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Jembatan Peninggalan Belanda di Desa Namorih Terancam Ambruk kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Jembatan Peninggalan Belanda di Desa Namorih Terancam Ambruk mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
 |
| TERANCAM AMBRUK: Jembatan peninggalan Belanda di Sungai Lau Tengah, Desa Namorih, Kecamatan Pancurbatu yang dilalui pengguna jalan sangat memprihatinkan dan terancam ambruk, Selasa (4/10). |
BeritaSimalungun.com, Pancurbatu-Jembatan peninggalan Belanda yang terletak di Sungai Lau Tengah, Desa Namorih, Kecamatan Pancurbatu sangat memprihatinkan dan mendekati ambruk. Bila Pemerintah Kabupaten Deliserdang tidak secepatnya menangani jembatan yang berada sepuluh meter di atas air sungai itu dikhawatirkan akan menelan korban jiwa.
Beberapa warga setempat saat ditemui wartawan, Selasa (4/10) pagi, mengatakan jembatan yang panjangnya sekitar 20 meter dan lebar 3 meter ini sudah berumur hampir satu abad. Lantai jembatan sudah beberapa kali dilakukan perbaikan, namun karena usianya yang sudah cukup tua membuat lantainya tidak bisa bertahan lama. Ketika mobil berat melintas, maka semua badan dan penyangga jembatan bergetar seakan mau ambruk.
Budi, warga yang setiap hari melintas di jembatan itu juga mengungkapkan, beberapa waktu lalu, pernah ada becak bermotor nyaris terjatuh ke dasar sungai akibat terperosok pada lantai yang rusak. Beruntung, ketika itu tidak sampai terjatuh setelah seksi jembatan nyangkut pada kerangka lantai.
Urat Nadi Perekonomian
Saat Kepala Desa Namorih dijabat oleh Timotius sudah pernah diusulkan ke Pemkab Deliserdang untuk membangun jembatan tersebut. Namun yang terjadi, meski kepala desa sudah berganti kepada Andi Warista, jembatan tersebut belum juga ada tanda-tanda akan diperbaiki. Malah kondisinya semakin parah dan membahayakan.
Jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat dan merupakan jalan alternatif menghubungkan Kecamatan Pancurbatu dengan Kecamatan Kutalimbaru dan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di beberapa desa di Kutalimbaru dan Pancurbatu.
Kepala Desa Namorih Kecamatan Pancurbatu Andi Warista mengakui kondisi jembatan Sungai Lau Tengah di Desa Namorih sangat memprihatinkan. Andi juga mengakui sudah memohonkan ke Pemkab Deliserdang agar jembatan itu segera diperbaiki atau diganti baru guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun kenyataannya hingga menjelang akhir 2016 ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. (SIB)
0 Response to "Jembatan Peninggalan Belanda di Desa Namorih Terancam Ambruk"
Post a Comment