Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Perkumpulan Komunitas Ekonomi Rakyat Danau Toba Dideklarasikan di Jakarta, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Perkumpulan Komunitas Ekonomi Rakyat Danau Toba Dideklarasikan di Jakarta kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Perkumpulan Komunitas Ekonomi Rakyat Danau Toba Dideklarasikan di Jakarta mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
 |
| Pengurus Perkumpulan Komunitas Ekonomi Rakyat Danau Toba (PK-ERDT) foto bersama usai deklarasi antara lain, Ketua Umum: EG Togu Manurung (no 5 dari kanan, Anggota Dewan Pengawas Ir Leo Nababan ( no 7 dari kanan), Dr Bonar Pasaribu ( no 5 dari kiri ). |
BeritaSimalungun.com, Jakarta--Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dan lagu "O Tano Batak", Perkumpulan Komunitas Ekonomi Rakyat Danau Toba (PK-ERDT) dideklarasikan, Sabtu (1/10/2016) di gedung Sopo Marpingkir, Pulo Gebang, Jakarta Timur.
Anggota Dewan Pengawas Dr Bonar Pasaribu, didampingi Ir Leo Nababan, melantik para pengurus dengan Ketua Dr EG Togu Manurung, Sekjen Mangontang Simanjuntak dan Bendahara Umum Kapler Marpaung serta pengurus lainnya.
Disebutkan, tujuan utama perkumpulan adalah ikut berperan aktif mewujudkan pembangunan masyarakat di kawasan Danau Toba, yang sejahtera, beriman, dengan lingkungan yang sejahtera.
Perkumpulan Komunitas Ekonomi Rakyat Danau Toba didirikan sebagai wadah perjuangan dan persaudaraan sesama masyarakat yang berasal dari kawasan Danau Toba meliputi Tobasa, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Dairi, Pakpak Bharat, Tanah Karo, Simalungun dan P Siantar.
Ketua Umum PK-ERDT Dr EG Togu Manurung menyatakan, PK-ERDT memilih jalur pergerakan pendampingan dan berpartisipasi langsung kepada peningkatan ekonomi rakyat di kawasan Danau Toba.
Organisasi juga mendorong pemerintah untuk percepatan pembangunan KDT secara adil dan bertanggung-jawab.
Kegiatan yang akan digerakkan melalui kelompok kerja (Pokja), antara lain berperan aktif memfasilitasi peningkatan ekonomi masyarakat berdasarkan kearifan budaya setempat, melakukan kajian ilmiah yang relevan bagi kepentingan masyarakat, Badan Pelaksana Otorita Kawasan Wisata Danau Toba dan pemerintah, serta memfasilitasi dan menyelenggarakan pelatihan tenaga kerja profesional dan mandiri di semua sektor.
Anggota Dewan Pengawas PK ERDT Ir Leo Nababan dalam sambutannya mengharapkan organisasi ini melaksanakan kegiatan konkret dan nyata.
"Tidak perlu program yang tinggi, apalagi muluk-muluk. Yang konkret saja, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat setempat," ujar Leo Nababan sembari menyebutkan, selama ini banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berkecimpung di daerah Sumut, namun programnya kurang jelas.
Politisi senior Partai Golkar ini mengapresiasi PK ERDT yang sudah membuka 2 (dua) lokasi peternakan babi di Desa Janji Maria Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) dan di Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
Tahap awal, di dua lokasi yang didandani ahli peternakan dari IPB Bogor Dr Pollung Siagian itu, dipelihara masing-masing 100 ekor babi, sumbangan beberapa anak rantau.
Leo Nababan mengingatkan agar anak rantau yang berasal dari Bona Pasogit (baca: Sumut) yang berhasil di perantauan, jangan lagi merecoki masyarakat yang tinggal di kawasan Danau Toba.
"Sudahlah, perbuatlah hal yang konkret, walaupun kecil. Jangan merecoki sehingga menimbulkan persoalan baru bagi daerah dan masyarakat di Bona Pasogit," kata Leo Nababan.
Pengurus lengkap PK-ERDT adalah Ketua Umum EG Togu Manurung, Ketua I Tungkot Sipayung, Ketua II Sabar Tambunan, Sekjen Mangontang Simanjuntak, Sekretaris I Isner Manalu, Sekretaris II Alfonsus Harianja, Bendahara Umum Kapler Marpaung dan Bendahara Makmur Sianipar.
Pengurus ini masih dilengkapi Departemen-Departemen dan Komisariat di 8 Kabupaten/Kota yang berada di kawasan Danau Toba.
Acara deklarasi juga dihadiri Dr Ronsen Pasaribu SH MM dan Djalan Sihombing SH dari Forum Bangso Batak Indonesia, Ketua Umum Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan Ir Lintong Manurung, Sekjen DPN Kermahudatara Sontimer Silalahi, seniman Togarma Naibaho dan sebagainya. (SIB)
0 Response to "Perkumpulan Komunitas Ekonomi Rakyat Danau Toba Dideklarasikan di Jakarta"
Post a Comment