Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Produksi Tambang PT Freeport Menurun, Benarkah?, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Produksi Tambang PT Freeport Menurun, Benarkah? kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Produksi Tambang PT Freeport Menurun, Benarkah? mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Hasil produksi tambang PT Freeport Indonesia dilaporkan menurun sehingga bonus para pekerja ikut terbawa arus dan menyebabkan ratusan pekerja perusahaan tambang milik Amerika Serikat tersebut mogok kerja.
Ketua Bidang Organisasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Freeport Freeport kepada Tempo mengatakan tuntutan ratusan pekerja yang mogok tersebut sangatlah tidak jelas atau terfokus karena jika dilihat dari hasil produksi, seharusnya para pekerja bekerja lebih giat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.
“Saya lihat tuntutan mereka tidak fokus. Tapi yang terakhir saya dengar adalah soal bonus,” katanya, Selasa (4/10).
Lebih lanjut Solossa menjelaskan terkait pembagian bonus yang membuat ratusan pekerja PTFI mogok yang berujung pada menurunnya angka ‘produksi’ salah satu tambang terbesar di dunia tersebut.
Menurutnya, sejak bulan April hingga Mei 2016 produksi PT Freeport Indonesia menurun sehigga hal tersebut berimbas pada bonus yang akan diterima oleh para pekerja.
“Perusahaan tidak bisa kasih bonus maksimal. Karena itu, ada selisih antara bonus yang diterima oleh engineering dan operator mining di Grasberg. Engineering menerima 25 persen sedangkan operator menerima 17 persen,” kata Salossa.
Produksi Tambang PT Freeport Menurun, Benarkah?
0 Response to "Produksi Tambang PT Freeport Menurun, Benarkah?"
Post a Comment